GMNI Sumenep Kritik Wacana Sumenep Kepulauan: Nama Berubah, Nasib Rakyat Jangan Tetap Sama

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

OkeDailyJatim – Momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sumenep untuk melakukan ziarah dan nyekar ke makam para pahlawan, serta para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi, Selasa (11/8/2026).

Namun, agenda tersebut tidak sekadar menjadi ritual mengenang jasa para pendahulu. Di balik ziarah itu, GMNI Sumenep menyampaikan sikap kritis terhadap wacana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan yang sebelumnya diwacanakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Baca Juga:  Karya Bhakti Skala Besar TNI AD di Desa Kerta Barat Dasuk Bangun Kepedulian Lingkungan dan Solidaritas Warga

Sekretaris DPC GMNI Kabupaten Sumenep, Ahmad Fauzan, menilai nama Sumenep memiliki akar sejarah, sosial, dan kebudayaan yang panjang. Menurutnya, identitas Sumenep tidak dapat dipisahkan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Bagi kami, nama Sumenep adalah kesatuan historis dan sosiologis yang harmonis antara daratan, pesisir, keraton, dan pulau-pulau di sekitarnya,” ujar Fauzan, karib disapa.

Nama Sumenep Bukan Sekadar Nomenklatur

Fauzan mengatakan, bahwa nama Sumenep telah hidup selama ratusan tahun dan melekat dalam berbagai babad, sejarah keraton, serta perjalanan kebudayaan masyarakat di daratan maupun kepulauan.

Baca Juga:  Lindungi Aset Umat, BWI Sumenep Gelar Pembinaan Nadzir dan Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma

Oleh karena itu, menurut dia, perubahan nomenklatur tidak boleh dilakukan semata-mata dengan pertimbangan administratif ataupun kepentingan pembangunan jangka pendek.

Facebook Comments Box

Penulis : Thaifur Rasyid

Editor : Syahid Badri

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan
Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka
Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung
Fatwa Fatayat NU Sumenep Buka Ruang Literasi Kesehatan Reproduksi, Kader Ganding Didorong Jadi Garda Edukasi
Patroli Malam Polresta Sumenep Hadir di Tengah Warga, Polisi Menyapa untuk Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
4 Kursi Strategis Pemkab Sumenep Diperebutkan Puluhan ASN, Bupati Fauzi Tunggu Rekomendasi BKN
BUMDesma Bluto Tumbuh Pesat, Modal Rp750 Juta Kini Menembus Rp6,5 Miliar

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:59 WIB

NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Fatwa Fatayat NU Sumenep Buka Ruang Literasi Kesehatan Reproduksi, Kader Ganding Didorong Jadi Garda Edukasi

Berita Terbaru