SUMENEP, OkeDailyJatim – Upaya Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep meraih predikat Zona Integritas (ZI) menuju birokrasi yang bersih dan melayani memasuki fase krusial. Menjelang penilaian Tim Penilai Nasional (TPN), Kemenag Sumenep menggelar simulasi wawancara Area V Penguatan Pengawasan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh tim siap menghadapi proses evaluasi nasional.
Simulasi yang berlangsung di ruang meeting Kemenag Sumenep, Selasa (28/7/2026), bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi ajang menguji kesiapan, menyamakan persepsi, sekaligus mengasah kemampuan tim dalam mempresentasikan implementasi pembangunan Zona Integritas yang selama ini dijalankan.
Tim Zona Integritas Area V dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Ahmad Said Samsuri, yang menilai keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kemampuan seluruh tim menjelaskan perubahan yang benar-benar telah dijalankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Simulasi ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh anggota tim memiliki pemahaman yang sama terhadap penguatan pengawasan. Kami ingin setiap inovasi, perubahan, dan komitmen yang telah dibangun dapat disampaikan secara utuh, jelas, dan berbasis bukti saat penilaian nasional berlangsung,” kata Ahmad Said Samsuri.
Ketua Tim Zona Integritas Kemenag Sumenep sekaligus Kasubbag Tata Usaha, Muh. Rifa’i Hasyim, menegaskan bahwa persiapan menghadapi penilaian nasional harus dilakukan secara menyeluruh karena setiap area memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir evaluasi.
Menurutnya, simulasi wawancara menjadi ruang evaluasi internal untuk melihat sejauh mana kesiapan tim dalam menjawab berbagai pertanyaan asesor secara sistematis dan meyakinkan.
“Zona Integritas bukan hanya berbicara tentang dokumen yang tersusun rapi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh tim mampu membuktikan bahwa budaya kerja yang bersih, akuntabel, transparan, dan melayani benar-benar telah menjadi bagian dari keseharian organisasi,” ujar Rifa’i.
Ia menambahkan, proses simulasi juga menjadi kesempatan melakukan penyempurnaan terhadap materi maupun teknik penyampaian agar seluruh anggota tim tampil lebih percaya diri saat berhadapan dengan Tim Penilai Nasional.
“Kami ingin setiap anggota tim memahami substansi pekerjaannya, menguasai data, serta mampu menjawab seluruh pertanyaan secara lugas, terukur, dan konsisten. Itulah modal utama untuk menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas di Kemenag Sumenep berjalan nyata, bukan sekadar memenuhi administrasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, memberikan apresiasi atas kesungguhan seluruh tim yang terus memperkuat persiapan menjelang tahapan evaluasi nasional.
Ia menilai keberhasilan meraih predikat Zona Integritas merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun melalui kolaborasi, disiplin, komitmen, dan konsistensi seluruh jajaran.
“Saya mengapresiasi semangat seluruh Tim Zona Integritas yang terus bekerja keras mempersiapkan setiap tahapan penilaian. Kekompakan dan penguasaan substansi harus terus dijaga agar Kemenag Sumenep mampu memberikan performa terbaik di hadapan Tim Penilai Nasional,” ucap Abdul Wasid.
Pihaknya berharap seluruh proses yang telah dilalui tidak hanya berorientasi pada pencapaian predikat semata, tetapi menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang menghadirkan pelayanan publik semakin berkualitas dan terpercaya.
“Predikat Zona Integritas adalah wujud pengakuan atas komitmen membangun birokrasi yang profesional, bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Karena itu, saya berharap seluruh tim terus menjaga semangat, menyempurnakan setiap kekurangan, dan menampilkan kemampuan terbaik sehingga ikhtiar bersama ini membuahkan hasil yang membanggakan bagi Kemenag Sumenep,” pungkasnya.
Melalui simulasi tersebut, Kemenag Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas, meningkatkan kualitas pengawasan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional sebagai bagian dari reformasi birokrasi berkelanjutan.










