GMNI Sumenep Kritik Wacana Sumenep Kepulauan: Nama Berubah, Nasib Rakyat Jangan Tetap Sama

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

Jalan rusak di wilayah kepulauan harus diperbaiki. Infrastruktur dasar harus dibenahi. Transportasi laut harus diperkuat. Pelayanan kesehatan harus semakin mudah diakses. Demikian pula pelayanan publik harus mampu menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Dengan demikian, ukuran keberpihakan pemerintah bukan terletak pada perubahan nama wilayah, melainkan pada sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan.

Baca Juga:  Unit Turjawali Satlantas Polres Sumenep Tindak Tegas Pelanggaran Pemicu Laka dan Pengendara Tanpa Kelengkapan Berkendara

“Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat nama kabupaten berubah, tetapi nasib rakyat tetap sama,” tukas Fauzan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, bagi masyarakat yang setiap hari menghadapi jalan rusak, keterbatasan transportasi, sulitnya akses kesehatan, serta mahalnya biaya mobilitas antarpulau, perubahan nama tidak serta-merta mengubah kehidupan mereka.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Pimpin Apel dan Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Sumenep Tidak Hanya Butuh Nama Baru

Pada akhirnya, perdebatan mengenai nama Kabupaten Sumenep seharusnya tidak berhenti pada persoalan nomenklatur.

Pemerintah daerah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat, tokoh sejarah, akademisi, organisasi kepemudaan, masyarakat kepulauan, serta elemen masyarakat sipil lainnya.

Baca Juga:  SKIL Diluncurkan, Kemenag Sumenep Buka Ruang Penilaian Publik Secara Digital

Perubahan nama daerah merupakan persoalan yang menyangkut identitas dan sejarah. Karena itu, pembahasannya harus dilakukan secara transparan, berbasis kajian, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Thaifur Rasyid

Editor : Syahid Badri

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan
Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka
Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung
Fatwa Fatayat NU Sumenep Buka Ruang Literasi Kesehatan Reproduksi, Kader Ganding Didorong Jadi Garda Edukasi
Patroli Malam Polresta Sumenep Hadir di Tengah Warga, Polisi Menyapa untuk Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
4 Kursi Strategis Pemkab Sumenep Diperebutkan Puluhan ASN, Bupati Fauzi Tunggu Rekomendasi BKN

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:59 WIB

NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung

Berita Terbaru