GMNI Sumenep Kritik Wacana Sumenep Kepulauan: Nama Berubah, Nasib Rakyat Jangan Tetap Sama

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

“Mengubah nama menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan sama saja berpotensi mereduksi perjalanan panjang sejarah peradaban Sumenep yang utuh. Penambahan kata ‘kepulauan’ juga berpotensi menciptakan sekat psikologis baru, seolah-olah daerah ini terpecah secara identitas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan sejatinya bukan hanya persoalan nama.

Baca Juga:  PAFI Sumenep Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Ukhuwah dan Akhlak Profesional

Pertanyaan mendasarnya, apakah perubahan nomenklatur benar-benar akan menyelesaikan persoalan ketimpangan pembangunan antara daratan dan kepulauan?.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di titik inilah GMNI Kabupaten Sumenep meminta pemerintah daerah menjelaskan landasan filosofis, historis, administratif, dan substansi pembangunan dari wacana tersebut.

Baca Juga:  Ngonjhuk Lajangan Abhereng di Sumenep, PSI Dorong Generasi Muda Rawat Budaya Lokal

Jangan Sampai Nomenklatur Menjadi Jalan Pintas

Wacana perubahan nama daerah kerap dikaitkan dengan upaya memperkuat posisi wilayah kepulauan serta mendorong pemerataan pembangunan. Namun, bagi GMNI Kabupaten Sumenep, argumentasi tersebut perlu diuji secara lebih serius.

Maka dari itu, Fauzan mengingatkan Bupati Sumenep agar tidak menjadikan perubahan nomenklatur sebagai solusi instan atas persoalan ketimpangan yang telah berlangsung lama.

Baca Juga:  Semarak HUT ke-81 RI, Pawai Budaya Bluto Angkat Pesan Cinta Budaya Nusantara

“Bupati harus memahami perbedaan antara pulau dan kepulauan. Jangan sampai membuat wacana secara serampangan dengan alasan tertentu, sementara persoalan substansial masyarakat kepulauan justru belum diselesaikan,” katanya.

Penulis : Thaifur Rasyid

Editor : Syahid Badri

Sumber Berita: Okedailycom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Berita Terbaru