GMNI Sumenep Kritik Wacana Sumenep Kepulauan: Nama Berubah, Nasib Rakyat Jangan Tetap Sama

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

DPC GMNI Kabupaten Sumenep melakukan ziarah dan nyekar ke makam para raja Sumenep di kompleks Asta Tinggi. ®okedailyjatim [Foto: Radiana Nurisa]

Menurut Fauzan, jika persoalan utamanya disparitas pembangunan, maka yang harus menjadi prioritas adalah kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kepulauan. Mulai dari infrastruktur jalan, transportasi laut, pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga akses pelayanan publik.

Tujuh Abad Sumenep, Ketimpangan Belum Selesai

Selain itu, ia juga menyoroti paradoks pembangunan yang masih dirasakan masyarakat kepulauan. Dalam perjalanan sejarah yang panjang, Sumenep dikenal sebagai wilayah yang memiliki hubungan erat antara daratan dan pulau-pulau.

Namun hingga kini, sambung Fauzan, persoalan akses dan pemerataan pembangunan masih menjadi keluhan primer bagi masyarakat kepulauan Sumenep itu sendiri.

“Sudah ratusan tahun Sumenep berdiri, tetapi sampai hari ini ketimpangan dan ketidakmerataan antara daratan dan kepulauan masih menjadi suara rakyat kepulauan yang paling nyaring dan belum selesai,” ujar Fauzan.

Baca Juga:  180 Nasi Gratis Dibagikan KBS Sumenep di Jumat Manis, Ini Pesannya

Ia mempertanyakan apakah perubahan nama kabupaten dapat menjadi jaminan bahwa persoalan tersebut akan segera teratasi. Sebab, menurut dia, masyarakat membutuhkan bukti pembangunan, bukan sekadar perubahan nomenklatur.

“Apakah rakyat akan percaya begitu saja bahwa dengan bergantinya nomenklatur, persoalan ketimpangan yang sudah terjadi selama berabad-abad otomatis selesai? Kami rasa tidak,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadroh Jadi Jalan Pembinaan Pemuda, Imam Syafi’i Peduli Dorong Syiar Islam di Desa Pamolokan

Jalan Rusak hingga Transportasi Laut Harus Jadi Prioritas

Bagi GMNI Sumenep, jika pemerintah benar-benar ingin menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat kepulauan, maka kebijakan yang dibuat seharusnya langsung menyentuh persoalan sehari-hari.

Facebook Comments Box

Penulis : Thaifur Rasyid

Editor : Syahid Badri

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan
Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka
Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung
Fatwa Fatayat NU Sumenep Buka Ruang Literasi Kesehatan Reproduksi, Kader Ganding Didorong Jadi Garda Edukasi
Patroli Malam Polresta Sumenep Hadir di Tengah Warga, Polisi Menyapa untuk Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
4 Kursi Strategis Pemkab Sumenep Diperebutkan Puluhan ASN, Bupati Fauzi Tunggu Rekomendasi BKN

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:59 WIB

NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung

Berita Terbaru