SUMENEP.OkeDailyJatim – Jumat Manis menjadi momentum bagi Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) Sumenep untuk kembali menebar kepedulian kepada masyarakat.
Di tengah padatnya aktivitas kendaraan di kawasan simpang tiga Mapolresta Sumenep, Jumat (7/8/2026), para relawan KBS turun langsung membagikan 180 nasi bungkus gratis melalui program Nasi Bungkus Tujuan Akhirat (Bungturat).
Satu per satu nasi bungkus diberikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas. Tak ada seremoni besar. Hanya ada relawan, nasi bungkus, dan semangat berbagi yang dilakukan secara langsung di tengah kesibukan jalan raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum Jumat Manis membuat kegiatan tersebut terasa semakin hangat. Bagi KBS Sumenep, berbagi bukan sekadar memberikan makanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang mungkin sedang membutuhkan.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin SH, mengatakan kegiatan Bungturat merupakan bentuk kepedulian sosial yang sengaja dilakukan dengan menyasar masyarakat secara langsung.
“Kami ingin berbagi kepada masyarakat yang melintas, terutama mereka yang memang membutuhkan. Mungkin bagi kita nilainya sederhana, tetapi bagi orang lain bisa sangat berarti,” kata Akhmad Sahruddin disela kegiatan.
Menurut dia, nilai utama dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada jumlah nasi yang dibagikan. Lebih dari itu, KBS ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana.
Program Bungturat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan saling membantu. Terlebih, kegiatan tersebut menyasar masyarakat tanpa membedakan latar belakang penerimanya.
“Nasi Bungkus Tujuan Akhirat ini bukan hanya tentang nasi yang kita berikan, tetapi bagaimana kita membangun kepedulian dan mengajak masyarakat untuk saling membantu,” ujarnya.
Suasana di simpang tiga Mapolresta Sumenep pun berubah sejenak. Di antara kendaraan yang terus berlalu, para relawan sibuk menyerahkan nasi bungkus kepada warga.
Bagi penerima, satu bungkus nasi mungkin terlihat sederhana. Namun ketika diberikan pada waktu yang tepat kepada orang yang membutuhkan, bantuan kecil tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.
Akhmad berharap semangat berbagi yang dilakukan KBS tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian sosial akan semakin kuat apabila tumbuh menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat berbagi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Mudah-mudahan masyarakat juga semakin tergerak untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama,” tambah Akhmad.
Ia juga berharap kegiatan Bungturat dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi pengingat bahwa membantu orang lain tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan. Yang terpenting, semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama terus tumbuh,” tandasnya.
Sebanyak 180 nasi bungkus yang dibagikan pada Jumat Manis itu akhirnya membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar makanan gratis.
Ada perhatian yang diberikan. Ada kepedulian yang disampaikan. Dan ada harapan agar budaya saling membantu terus hidup di tengah masyarakat Sumenep.
KBS Sumenep pun menunjukkan bahwa aksi sosial tidak selalu membutuhkan langkah besar.
Terkadang, sebungkus nasi yang diberikan dengan tulus di tengah kesibukan jalan raya sudah cukup untuk membuat seseorang merasa diperhatikan.
Momentum Jumat Manis tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari satu bungkus nasi yang berpindah dari tangan relawan kepada masyarakat yang membutuhkan.










