OkeDailyJatim – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan pertumbuhan usaha yang signifikan. Berawal dari pengelolaan program pemberdayaan masyarakat, lembaga tersebut kini memiliki modal usaha yang mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Perkembangan itu terjadi setelah perjalanan panjang pengelolaan usaha yang sebelumnya dijalankan melalui Unit Pengelola Kegiatan (UPK). BUMDesma Bluto kemudian bertransformasi menjadi badan usaha bersama pada 2021 dengan tetap mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
Direktur BUMDesma Bluto, Suraid, mengatakan pertumbuhan modal menjadi salah satu indikator perkembangan pengelolaan usaha yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari modal sekitar Rp750 juta pada 2012, sampai 2026 ini perkembangannya sudah mencapai kisaran Rp6,5 miliar,” kata Suraid kepada media ini, Minggu (23/08/2026).
Menurut Suraid, modal tersebut tidak tumbuh secara instan. Pengelolaannya dilakukan melalui pengembangan berbagai unit usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta peluang ekonomi di wilayah Kecamatan Bluto.
Salah satu sektor utama yang hingga kini menjadi bagian dari kegiatan BUMDesma Bluto adalah usaha simpan pinjam. Layanan tersebut diarahkan untuk memberikan akses pembiayaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain simpan pinjam, BUMDesma Bluto mengembangkan unit pertokoan. Kehadiran unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan ekonomi agar masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan dengan lebih mudah.
BUMDesma Bluto juga bergerak di sektor pelayanan jasa. Layanan yang tersedia antara lain pembayaran pajak kendaraan, pembayaran listrik, pembelian token listrik, serta berbagai transaksi lainnya.
“Usaha yang kami jalankan meliputi simpan pinjam, pertokoan, dan pelayanan jasa seperti pembayaran pajak kendaraan, listrik, token, serta layanan lainnya,” ujarnya.
Diversifikasi usaha tersebut menjadi strategi BUMDesma Bluto untuk menjaga keberlanjutan lembaga sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Setiap unit usaha dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan aktivitas ekonomi warga.
Suraid menegaskan, pengembangan usaha akan terus dilakukan secara bertahap. Fokusnya bukan semata mengejar pertumbuhan modal, tetapi memastikan keberadaan BUMDesma mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pengembangan usaha terus kami lakukan secara bertahap. Harapannya, keberadaan BUMDesma semakin memberikan manfaat dan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat,” tegas Suraid.
Capaian modal sekitar Rp6,5 miliar pada 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan BUMDesma Bluto. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan modal sekitar Rp750 juta yang tercatat pada 2012.
Pertumbuhan itu sekaligus menggambarkan bahwa pengelolaan usaha berbasis masyarakat dapat berkembang ketika dilakukan secara konsisten, dikelola secara profesional, serta mampu membaca kebutuhan dan peluang ekonomi warga.
Ke depan, BUMDesma Bluto diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pengelola usaha bersama, tetapi juga semakin kuat sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Dengan diversifikasi usaha dan peningkatan layanan, BUMDesma dapat terus memperluas kontribusinya bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Bluto.










