SUMENEP,OkeDailyJatim – Upaya membangun pelayanan publik yang bersih dan berorientasi pada kepuasan masyarakat terus diperkuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep.
Terbaru, lembaga tersebut meluncurkan Aplikasi SKIL (Survei Kepuasan Integritas Layanan) sebagai inovasi digital untuk mengukur kualitas pelayanan di lingkungan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.
Peluncuran aplikasi dilakukan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, di Aula KUA Kecamatan Saronggi, Kamis (30/7), disaksikan para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aplikasi SKIL dihadirkan bukan sekadar sebagai media survei. Platform ini menjadi instrumen evaluasi yang memungkinkan masyarakat memberikan penilaian dan masukan secara langsung sehingga kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep, Moh. Mabrur, mengatakan inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan publik yang semakin transparan, cepat, dan akuntabel.
“Aplikasi SKIL kami hadirkan agar masyarakat memiliki ruang menyampaikan penilaian secara objektif. Setiap masukan akan menjadi dasar untuk meningkatkan mutu layanan Bimas Islam,” kata Moh. Mabrur di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Kami ingin membangun budaya pelayanan yang responsif, profesional, dan selalu berorientasi pada kepuasan masyarakat. Inovasi ini menjadi langkah nyata menuju pelayanan yang lebih modern dan terpercaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Ia menilai transformasi pelayanan harus diikuti perubahan budaya kerja yang lebih terbuka terhadap evaluasi publik.
“Saya mengapresiasi jajaran Bimas Islam yang mampu menghadirkan inovasi ini. Jangan pernah berhenti berbenah karena pelayanan terbaik lahir dari kemauan untuk terus mendengar suara masyarakat,” ujar Abdul Wasid.
Ia berharap aplikasi SKIL menjadi instrumen yang mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Kementerian Agama sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja aparatur.
“Kepuasan masyarakat adalah ukuran keberhasilan pelayanan kita. Karena itu, mari hadirkan layanan yang cepat, mudah, transparan, profesional, dan penuh integritas demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Peluncuran Aplikasi SKIL menjadi bagian dari transformasi digital Kemenag Kabupaten Sumenep dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim










