TIHT 2026 Dituding Gagal Lindungi Petani, GMNI Sumenep Kritik Kebijakan Pemkab Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPC GMNI Kabupaten Sumenep, Ahmad Fauzan, saat menanggapi terkait TIHT 2026. Ia mengkritik implementasi aturan yang dinilai belum melindungi petani dan mendesak pemerintah daerah setempat segera mengambil langkah nyata. ®okedailyjatim

Sekretaris DPC GMNI Kabupaten Sumenep, Ahmad Fauzan, saat menanggapi terkait TIHT 2026. Ia mengkritik implementasi aturan yang dinilai belum melindungi petani dan mendesak pemerintah daerah setempat segera mengambil langkah nyata. ®okedailyjatim

Baginya, pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada seremoni penerbitan regulasi. Sebab, persoalan sebenarnya justru muncul ketika petani mulai membawa hasil panen ke gudang.

“Pertanyaannya sederhana, kalau ada yang membeli di bawah TIHT, siapa yang menindak? Apa dan seberapa berat sanksinya? Kalau jawabannya tidak jelas, maka jangan heran kalau petani tetap dibeli murah,” katanya.

Baca Juga:  Dermaga Dinilai Jadi Kunci Dongkrak PAD, Kepala UPTD Terminal Sumenep Ajukan Usulan Strategis

Lebih jauh, ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan adanya jurang besar antara kebijakan pemerintah daerah dengan realitas yang dialami petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petani berada dalam posisi yang sangat rentan saat panen raya berlangsung. Ketika hasil panen melimpah dan tembakau tidak segera terjual, petani menghadapi risiko kerusakan komoditas dan kerugian yang semakin besar.

Baca Juga:  JJS Kecamatan Gapura Sumenep Meriah, Ribuan Warga Tumpah Ruah hingga Hadiah Sepeda Listrik

Dalam situasi tersebut, sering kali petani dinilai tidak mempunyai banyak pilihan selain menerima harga yang ditawarkan pembeli dengan lapang dada.

“Petani tidak bisa menyimpan tembakau selamanya. Mereka punya kebutuhan hidup, biaya produksi, utang, dan risiko kerusakan hasil panen. Sementara pembeli memiliki ruang untuk menentukan pilihan,” ujar Fauzan.

Baca Juga:  Siswa SDN Karangnangka I Belajar Literasi di Dispusip Sumenep, Perpustakaan Disebut Jadi Ruang Tumbuh Generasi Pembelajar

Penulis : Thaifur Rasyid

Editor : Zahid Badri

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Berita Terbaru