Sumenep, OkeDailyJatim – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN Sumenep tak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah. Memasuki hari keempat, ratusan murid baru diajak membangun kesadaran menjaga kesehatan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dipandu tenaga kesehatan dari Puskesmas Pamolokan di Aula Graha Wiyata, Kamis (16/7/2026).
Materi disampaikan secara komunikatif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mencuci tangan yang benar, memahami pola makan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan remaja. Suasana berlangsung interaktif karena para murid aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.
Pemateri dari Puskesmas Pamolokan, Rani Ramadhani, mengatakan bahwa kebiasaan hidup sehat harus dibangun sejak usia sekolah agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“PHBS bukan sekadar teori di ruang kelas. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, memilih makanan bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan akan memberikan dampak besar bagi kesehatan di masa depan,” ujar Rani.
Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku sehat peserta didik. Karena itu, seluruh warga madrasah diharapkan dapat saling mengingatkan dan menciptakan budaya hidup bersih setiap hari.
“Kami ingin para murid menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman, keluarga, bahkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan sebagai bekal meraih masa depan.
“Peserta didik yang sehat akan lebih siap mengikuti proses belajar dan mengembangkan potensi terbaiknya. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pembiasaan hidup sehat,” ungkap Zaini.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan MATAMUDA tidak berhenti di lingkungan madrasah, melainkan menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin lulusan MAN Sumenep dikenal tidak hanya berprestasi dan berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat. Itulah karakter yang terus kami bangun,” pungkasnya.
Melalui edukasi PHBS ini, MAN Sumenep kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan proses pendidikan yang menyentuh aspek akademik, karakter, dan kesehatan secara seimbang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang cerdas, disiplin, sehat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: Okedaily Jatim















