9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat

- Editorial Team

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Asal Pulau Raas Kabupaten Sumenep Yang Terdampar di Perairan Australia

Nelayan Asal Pulau Raas Kabupaten Sumenep Yang Terdampar di Perairan Australia

OkeDailyJatim – Nasib sembilan nelayan asal Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dilaporkan berada di Australia menjadi perhatian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Penelusuran alamat dilakukan untuk membantu memperjelas identitas mereka dan mendukung proses pemulangan.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Sumenep, H. Sahnan, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap alamat para nelayan. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul informasi bahwa dua orang masih terkendala kejelasan alamat sehingga proses pemulangan belum dapat dilanjutkan.

“Informasi yang kami terima, ada sembilan nelayan asal Kecamatan Raas yang saat ini berada di Australia. Kami berupaya menelusuri alamat mereka agar data identitasnya jelas dan bisa membantu proses penanganan lebih lanjut,” kata H. Sahnan kepada media ini, Jum’at (09/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut H. Sahnan, tim HNSI turun langsung untuk menelusuri alamat yang berkaitan dengan para nelayan tersebut. Hasil penelusuran kemudian dihimpun sebagai bahan koordinasi agar informasi yang dibutuhkan pihak terkait dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  PKDI Sumenep Dukung Digitalisasi PKB, Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah

Upaya itu membuahkan hasil. H. Sahnan menyebut alamat dua nelayan yang sebelumnya belum jelas telah berhasil diketahui oleh tim di lapangan. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada DPD HNSI Jawa Timur untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi organisasi.

“Alhamdulillah, hasil penelusuran tim di lapangan sudah memberikan kejelasan mengenai alamat dua nelayan tersebut. Informasi yang kami peroleh juga telah kami sampaikan kepada DPD HNSI Jawa Timur,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima, sembilan nama nelayan tersebut adalah Mupaher, Hairi, Aes, Rudi, Hamsu, Heri, Beging, Ulum, dan Sahid. Sebagian alamat tercatat berada di sejumlah dusun di wilayah Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Kadisperkimhub Sumenep Ungkap Banyak Angkutan Barang Belum Perpanjang Kir dalam Opgab Skala Besar

Mupaher tercatat berasal dari Alas Malang. Hairi berasal dari Dusun Tonduk Barat, Aes dan Hamsu dari Dusun Tonduk Timur, sedangkan Rudi dan Heri tercatat berasal dari Dusun Tonduk Selatan. Beging tercatat tinggal di Dusun Tonduk Tengah.

Sementara itu, alamat Ulum dan Sahid masih memerlukan verifikasi lebih lanjut berdasarkan dokumen yang tersedia. Kejelasan identitas dan alamat menjadi bagian penting dalam proses administrasi, tetapi belum otomatis menjamin seluruh persyaratan pemulangan telah terpenuhi.

H. Sahnan berharap hasil penelusuran yang telah dilakukan dapat membantu memperlancar komunikasi antara organisasi nelayan dan pihak berwenang. Ia menilai koordinasi diperlukan agar persoalan yang dihadapi nelayan asal Sumenep tersebut memperoleh penanganan sesuai prosedur.

“Kami berharap data yang sudah ditemukan bisa membantu koordinasi dengan pihak terkait. Kejelasan identitas dan alamat sangat penting agar penanganan terhadap para nelayan ini dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap H. Sahnan.

Baca Juga:  Tim Futsal RSUD Sumenep Tembus Podium di Surabaya Health Test 2026, Semangat Kolektif Jadi Kunci

Ia juga berharap seluruh pihak terkait memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Bagi keluarga nelayan di Raas, kepastian informasi dan kabar mengenai proses pemulangan menjadi hal yang sangat dinantikan.

“Harapan kami, ada tindak lanjut yang baik dari semua pihak yang berwenang. Semoga upaya penelusuran ini bisa membantu proses penanganan dan membuka jalan bagi para nelayan untuk kembali ke tanah air,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, jadwal pemulangan kesembilan nelayan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Perkembangan selanjutnya masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang di Indonesia maupun Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Berbagi Nasi, KBS Sumenep Tebar Harapan Lewat 138 Bungkus Bungturat
Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya
Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Tak Sekadar Berbagi Nasi, KBS Sumenep Tebar Harapan Lewat 138 Bungkus Bungturat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Berita Terbaru