OkeDailyJatim – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terus memperkuat komunitas belajar guru. Kegiatan digelar di SDN Gapura Barat I dan diikuti unsur pendidikan dari tiga kecamatan.
Kegiatan tersebut dihadiri pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO), serta Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) dari Kecamatan Gapura, Dungkek, dan Batang-Batang.
Forum ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar guru secara berkelanjutan. Para peserta mendapat ruang untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., mengatakan komunitas belajar memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.
“Komunitas belajar menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan pembelajaran yang dihadapi di sekolah,” kata Akhmad Fairusi disela kegiatan.
Menurut Fairusi, keterlibatan pengawas sekolah bersama K3S, KKG, KKGO, dan KKG PAI menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Setiap unsur memiliki peran dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Kehadiran peserta dari Kecamatan Gapura, Dungkek, dan Batang-Batang juga memperluas ruang kolaborasi. Guru dapat bertukar pengalaman dan praktik baik dengan pendidik dari sekolah maupun wilayah lain.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Berbagai gagasan yang muncul dalam komunitas belajar perlu diterjemahkan menjadi praktik nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
“Yang kami dorong bukan sekadar kegiatan berkumpul. Setelah berdiskusi, guru diharapkan mampu membawa hasil belajar itu ke kelas dan menerapkannya dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan komunitas belajar harus memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran. Karena itu, setiap kegiatan diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan praktik baik yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan di SDN Gapura Barat I tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pengawas, kepala sekolah, dan guru. Kolaborasi lintas unsur pendidikan dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai ruang pembelajaran. Guru dituntut terus mengembangkan kemampuan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik.
“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kami berharap komunitas belajar terus hidup dan berkembang sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran,” tegas Akhmad Fairusi.
Semangat belajar bersama tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. K3S, KKG, KKGO, KKG PAI, dan para pengawas didorong terus menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi untuk berbagi praktik baik dan memperkuat profesionalisme pendidik.
Dengan keterlibatan pengawas serta unsur pendidikan dari Kecamatan Gapura, Dungkek, dan Batang-Batang, penguatan komunitas belajar diharapkan menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam membangun budaya belajar berkelanjutan. Kolaborasi antarpemangku pendidikan diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang semakin berkualitas dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.















