OkeDailyJatim – Kesenian tradisional Sumenep, Tongtong Angin Ribut, bersiap membawa denyut budaya Madura ke panggung MotoGP Mandalika 2026.
Kelompok musik tradisional asal Sumenep itu dijadwalkan tampil dalam rangkaian Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026.
Kehadiran Tongtong Angin Ribut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni Madura kepada masyarakat dari berbagai daerah hingga penonton mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, mendukung keterlibatan kesenian tradisional tersebut dalam agenda olahraga berskala internasional.
Menurut Fauzi, kebudayaan bukan sekadar warisan leluhur. Budaya juga menjadi identitas daerah yang perlu dijaga sekaligus dikenalkan secara lebih luas.
“Kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” kata Achmad Fauzi, Kamis (24/09/2026).
Ia menyebut penampilan Tongtong Angin Ribut di Mandalika sebagai kesempatan memperluas promosi budaya sekaligus pariwisata Kabupaten Sumenep.
Panggung MotoGP dinilai membuka ruang bagi seni tradisional Madura untuk hadir di tengah perhatian publik yang datang dari berbagai daerah dan negara.
“Ini momen langka dan merupakan kehormatan bagi kami, karena budaya Sumenep bisa tampil di momen internasional,” ujarnya.Menurut Fauzi, perpaduan antara kemeriahan MotoGP dan musik tradisional Madura akan menghadirkan warna berbeda dalam rangkaian kegiatan di Mandalika.
Dentuman tongtong nantinya diharapkan menjadi penanda bahwa kekayaan budaya lokal tetap memiliki ruang di tengah perhelatan olahraga dunia.
“Bukan sekadar ajang MotoGP biasa. Saat mesin-mesin motor menderu, suara tongtong Madura juga bersiap menggema,” tegas Bupati Fauzi.
Ia menambahkan, penampilan Tongtong Angin Ribut bukan hanya tentang pertunjukan seni. Momentum itu juga menjadi ruang untuk mengenalkan warisan budaya Sumenep.
Kehadiran kesenian tersebut diharapkan memperkuat promosi budaya Madura sekaligus membuka perhatian lebih luas terhadap potensi pariwisata Sumenep.
“Tongtong Angin Ribut Sumenep siap membuat Mandalika bergemuruh,” tandasnya.
Dengan tampilnya Tongtong Angin Ribut dalam Rider Parade MotoGP Mandalika, seni tradisional Sumenep mendapat ruang untuk menyapa penonton dalam atmosfer internasional.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan upaya membawa kesenian daerah keluar dari panggung lokal menuju ruang pertunjukan yang lebih luas.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















