SUMENEP, OkeDailyJatim – Helmi Art Museum di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menghadirkan kejutan bagi pecinta sejarah.
Museum milik Helmi, S.Pd.I. itu menyimpan dua dokumen bersejarah yang kini menjadi perhatian, yakni Rijbewijs atau surat izin mengemudi (SIM) era Hindia Belanda tahun 1926 dari Banyumas dan ijazah Sekolah Rakyat I Putri Bendogerit, Blitar, atas nama R. Oepadzmi yang lulus pada 24 Juli 1942 pada masa pendudukan Jepang.
Koleksi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Rijbewijs tahun 1926 kini telah berusia genap 100 tahun pada 2026, sedangkan ijazah Sekolah Rakyat tahun 1942 telah berusia sekitar 84 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan dokumen asli tersebut menjadi bukti perjalanan panjang sistem administrasi dan pendidikan di Indonesia.
Owner Helmi Art Museum, Helmi, S.Pd.I., mengatakan setiap koleksi yang dipamerkan dipilih karena memiliki nilai sejarah dan edukasi bagi masyarakat.
“Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya melihat benda lama, tetapi juga memahami cerita sejarah yang tersimpan di balik setiap dokumen.” kata Helmi kepada media ini, Senin (27/07/2026) malam.
Menurut Helmi, dokumen-dokumen langka seperti ini semakin sulit ditemukan karena sebagian besar telah rusak, hilang, atau berpindah tangan selama puluhan tahun.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 Selanjutnya










