“Rijbewijs tahun 1926 merupakan salah satu koleksi yang sangat istimewa karena usianya telah mencapai satu abad dan masih dapat menjadi bukti sejarah administrasi kolonial di Indonesia.” ujarnya.
Ia menambahkan, ijazah Sekolah Rakyat tahun 1942 juga menjadi saksi perubahan sistem pendidikan pada masa pendudukan Jepang.
“Dokumen ini mengingatkan kita bahwa perjalanan pendidikan bangsa telah melalui berbagai zaman dan setiap lembar arsip memiliki nilai sejarah yang tidak tergantikan.” jelas Helmi menambahkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Helmi berharap keberadaan museum dapat menjadi ruang belajar sejarah bagi generasi muda sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian benda-benda bersejarah.
“Kami berkomitmen terus menyelamatkan dan merawat warisan sejarah agar tetap bisa dipelajari oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.” pungkasnya.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2










