SUMENEP, OkeDailyJatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus memantapkan persiapan penyelenggaraan Job Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September 2026. Agenda tahunan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja, memperkuat konektivitas antara dunia usaha dengan pencari kerja, serta mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
Di tengah kebutuhan dunia usaha terhadap sumber daya manusia yang kompeten, Job Fair dipandang sebagai ruang yang mempertemukan kepentingan perusahaan dengan masyarakat yang tengah mencari peluang karier. Melalui forum ini, pemerintah berharap proses rekrutmen tenaga kerja dapat berlangsung lebih efektif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai bentuk keseriusan, Disnaker telah memulai tahapan identifikasi perusahaan sejak awal Juli 2026. Pendataan tersebut ditargetkan rampung pada Agustus sebagai bagian dari finalisasi persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Eko Kurnia Mediantoro, SE, MH, mengatakan proses persiapan dilakukan secara menyeluruh agar Job Fair tahun ini mampu menghadirkan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan berjalan optimal. Karena itu, identifikasi perusahaan dilakukan sejak dini agar pelaksanaan Job Fair pada 23 September nanti benar-benar memberikan manfaat bagi pencari kerja maupun dunia usaha,” kata Eko kepada media ini, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, Disnaker akan melibatkan puluhan perusahaan dari dalam maupun luar Kabupaten Sumenep. Selain perusahaan swasta, sejumlah perusahaan ritel dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) juga akan diundang untuk memperluas pilihan lowongan kerja yang dapat diakses masyarakat.
“Semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki. Kami ingin menghadirkan pilihan lowongan yang beragam agar dapat menjangkau berbagai latar belakang pencari kerja,” jelasnya.
Menurut Eko, Disnaker tidak menetapkan target jumlah pengunjung. Fokus utama pemerintah adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan sehingga mampu mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Sumenep.
Data Disnaker menunjukkan, Job Fair pada 2024 diikuti lebih dari 1.000 pencari kerja, sedangkan pada 2025 jumlah peserta berada pada kisaran 800 hingga 900 orang. Tahun ini, pemerintah optimistis antusiasme masyarakat akan kembali meningkat seiring semakin luasnya partisipasi perusahaan.
“Keberhasilan Job Fair bukan hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi sejauh mana kegiatan ini mampu menghasilkan penempatan tenaga kerja secara nyata. Itu yang menjadi fokus kami dalam setiap penyelenggaraan,” ungkap Eko Kurnia Mediantoro, SE, MH.
Lebih jauh, Eko menegaskan bahwa Job Fair merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan pasar kerja yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Harapan kami, Job Fair 2026 menjadi jembatan yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri. Ketika kebutuhan perusahaan bertemu dengan kompetensi tenaga kerja lokal, maka kesempatan kerja akan semakin terbuka, produktivitas meningkat, dan upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Job Fair pada 23 September 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak.
Di saat yang sama, dunia usaha juga diharapkan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga tercipta hubungan yang saling menguatkan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.










