OkeDailyJatim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep terus mendorong digitalisasi pembayaran pajak. Upaya itu dilakukan melalui capacity building implementasi pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai di Kecamatan Gayam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Viral Kepulauan Bapenda Sumenep yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Gayam, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai untuk mendukung PAD Kabupaten Sumenep.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa yang dipimpin R. Hasan Karnain SE MSI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Manajer Operasional Bank Jatim Cabang Sumenep, Andi Novian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andi Novian menyampaikan bahwa Bank Jatim memiliki sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut juga diberikan ketika masyarakat Gayam menghadapi situasi sulit akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Bank Jatim terus berupaya menghadirkan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya berkaitan dengan layanan transaksi, tetapi juga bagian dari dukungan dan pendampingan ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Andi Novian.
Menurut Andi, sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat layanan perbankan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan keuangan di wilayah kepulauan.
“Kami ingin kehadiran Bank Jatim memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gayam. Termasuk melalui kolaborasi dalam kegiatan edukasi dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan,” katanya.

Sementara itu, Camat Gayam Mohammad Yuniyanto SE MM mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia menilai capacity building dapat menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pembayaran pajak melalui sistem non tunai.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapenda Sumenep serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga capacity building di Kecamatan Gayam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yuniyanto.
Yuniyanto berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Terlebih, materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata. Terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembayaran pajak jasa boga atau katering melalui sistem non tunai,” katanya.
Materi utama dalam kegiatan tersebut disampaikan Kabid P3EPD Bapenda Sumenep Suhermanto SE ME. Dia menjelaskan implementasi pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai dalam kaitannya dengan peningkatan PAD Kabupaten Sumenep.
Suhermanto mengatakan sistem pembayaran non tunai diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus memperkuat tertib administrasi. Menurutnya, pemanfaatan sistem digital juga menjadi bagian dari penyesuaian pelayanan pajak dengan perkembangan teknologi.
“Pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai menjadi bagian dari upaya memperkuat kemudahan dan tertib administrasi. Dengan sistem ini, proses pembayaran diharapkan lebih praktis, transparan, dan mudah dipahami,” kata Suhermanto.
Dia menjelaskan kegiatan capacity building tidak hanya berisi penyampaian materi. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman langsung kepada peserta mengenai mekanisme dan penerapan pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai.

“Capacity building ini menjadi ruang untuk memberikan pemahaman secara langsung kepada peserta mengenai implementasi pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai. Kami berharap informasi ini dapat dipahami dan diterapkan dengan baik,” jelasnya.
Suhermanto juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat penerapan digitalisasi pembayaran pajak. Pemahaman masyarakat dan pelaku usaha dinilai menjadi salah satu faktor penting agar sistem pembayaran non tunai dapat berjalan secara optimal.
“Kami ingin proses digitalisasi pembayaran pajak terus diperkuat melalui kolaborasi. Dengan pemahaman yang baik dari masyarakat dan pelaku usaha, pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai dapat berjalan lebih optimal,” tutup Suhermanto.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan, terutama terkait mekanisme pembayaran pajak jasa boga atau katering melalui sistem non tunai.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh mengenai penerapan pembayaran pajak secara non tunai, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara lebih jelas dan mudah diterapkan.
Rangkaian kegiatan Viral Kepulauan Bapenda Sumenep kemudian ditutup dengan pemberian souvenir kepada para peserta. Sejumlah kaos dan payung dibagikan sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan capacity building hingga selesai.
Pemberian souvenir tersebut sekaligus menjadi penutup kegiatan yang berfokus pada penguatan pemahaman pembayaran pajak jasa boga atau katering secara non tunai. Bapenda Sumenep berharap edukasi tersebut dapat mendukung sistem pembayaran pajak yang mudah, tertib, transparan, dan adaptif.















