Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

- Editorial Team

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

60 Siswa MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya Menyusuri Dunia Literasi di Perpusda Sumenep

60 Siswa MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya Menyusuri Dunia Literasi di Perpusda Sumenep

OkeDailyJatim – Puluhan siswa dan santri MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, tidak ingin aktivitas belajar hanya berhenti di ruang kelas.

Sebanyak 60 siswa dan santri justru diajak menyusuri dunia literasi melalui kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi para pelajar. Mereka tidak sekadar datang untuk membaca buku, tetapi juga diperkenalkan dengan perpustakaan sebagai ruang terbuka untuk menggali pengetahuan, mencari informasi, hingga membangun keberanian berpikir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru pembimbing MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya, Ibnu Gazali, mengatakan kegiatan wisata literasi tersebut lahir dari keinginan para siswa sendiri.

Menurutnya, siswa membutuhkan akses bacaan yang lebih luas setelah sebagian besar koleksi di perpustakaan sekolah mereka telah dibaca.

“Anak-anak mengusulkan sendiri kegiatan ini karena koleksi buku di perpustakaan sekolah sudah banyak mereka baca. Karena itu, kami ingin membawa mereka mendapatkan pengalaman dan wawasan baru,” ujar Ibnu Gazali.

Ia menilai kunjungan ke perpustakaan daerah memberikan pengalaman belajar yang tidak selalu bisa diperoleh melalui pembelajaran konvensional di sekolah.

Baca Juga:  Bupati Fauzi: Kinerja Pejabat Sumenep Bisa Saya Ketahui karena Ada Wartawan

Bagi Ibnu, perpustakaan dapat menjadi ruang yang mempertemukan siswa dengan berbagai sumber pengetahuan sekaligus mendorong mereka lebih mandiri dalam mencari informasi.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Perpustakaan memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mencari informasi dan menemukan pengetahuan baru,” katanya.

Menurut dia, budaya membaca tidak cukup dibangun dengan meminta siswa membuka buku. Yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga membaca menjadi aktivitas yang dilakukan secara sadar.

Karena itu, pengalaman yang diperoleh siswa dari wisata literasi diharapkan dapat berlanjut menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, anak-anak semakin senang membaca. Mereka tidak hanya membaca untuk menyelesaikan tugas, tetapi membaca karena ingin mengetahui sesuatu, kemudian berani berdiskusi dan menyampaikan gagasan,” jelas Ibnu Gazali.

Ia juga menekankan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca.

Siswa, kata dia, perlu memiliki kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, berpikir kritis, serta menghubungkan apa yang mereka baca dengan kondisi di lingkungan sekitar.

“Membaca bukan sekadar mengeja kata. Anak-anak harus memahami isi bacaan, berpikir kritis, lalu mampu mengubah pengetahuan itu menjadi gagasan dan tindakan yang bermanfaat,” tandasnya.

Baca Juga:  Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua

Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menyambut positif kunjungan 60 siswa dan santri MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya.

Ia mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan literasi menjadi bagian penting untuk mendekatkan perpustakaan dengan generasi muda.

Menurut Syaiful, perpustakaan harus mampu mengubah kesan lama sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku menjadi ruang belajar yang hidup dan terbuka bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya. Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang dekat dengan anak-anak, sehingga mereka merasa nyaman datang, membaca, mencari informasi, dan mengembangkan pengetahuan,” ujar Syaiful.

Ia menilai kebiasaan membaca tidak dapat tumbuh secara instan. Diperlukan pengalaman positif dan lingkungan yang mendukung agar anak-anak merasa bahwa membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan perpustakaan menjadi salah satu kunci untuk memperluas kesempatan pelajar mengenal beragam sumber bacaan.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Setelah mengenal perpustakaan, anak-anak bisa kembali datang dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Baca Juga:  Pertemuan PPDS Sumenep dengan Disabilitas Pamekasan Perkuat Persaudaraan dan Semangat Berkarya

Kunjungan 60 siswa dan santri MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya ke Perpusda Sumenep tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan pelajar dengan sumber pengetahuan di luar lingkungan sekolah.

Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal koleksi dan layanan perpustakaan daerah sekaligus melihat secara langsung bahwa proses belajar dapat berlangsung di berbagai tempat.

Wisata literasi juga membuka ruang bagi siswa untuk membangun rasa ingin tahu. Dari membaca, mereka dapat menemukan informasi baru yang kemudian menjadi bahan untuk berdiskusi dan melahirkan gagasan.

Hal tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan generasi muda terhadap kemampuan memilah dan memahami informasi.

Literasi pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang dibaca. Lebih dari itu, literasi berkaitan dengan kemampuan seseorang memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menggunakan pengetahuan secara positif.

Bagi MTs-MA Bustanul Ulum Ellak Daya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang membawa siswa keluar dari rutinitas kelas dan mempertemukan mereka secara langsung dengan pusat sumber pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Berita Terbaru