OkeDailyJatim – Seluruh pengawas madrasah di Kabupaten Sumenep berikrar bersama untuk memperkuat pendampingan terhadap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.
Ikrar tersebut dilaksanakan pada Senin (28/9/2026) di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dan diikuti pengawas madrasah dari seluruh jenjang pendidikan.
Dalam ikrar tersebut, para pengawas berkomitmen menjalankan pendampingan secara profesional, reflektif, humanis, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen itu kemudian diperkuat melalui gerakan Satu Pengawas Satu Madrasah Piloting. Gerakan ini menjadi langkah kolaboratif untuk mengawal penerapan KBC secara lebih terarah di lingkungan madrasah.
Melalui pendampingan tersebut, pengawas diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi supervisi, tetapi juga hadir sebagai mitra bagi madrasah dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran.
Nilai-nilai cinta, kepedulian, kemanusiaan, dan penghargaan terhadap peserta didik diharapkan semakin nyata dalam proses pendidikan di madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi komitmen seluruh pengawas madrasah yang telah menyatakan kesiapan mengawal implementasi KBC.
“Jangan sampai ikrar ini hanya menjadi seremonial. Harus diwujudkan melalui pendampingan yang nyata dan memberikan perubahan bagi madrasah,” kata H. Abdul Wasid disela kegiatan.
Menurut dia, pengawas memiliki posisi strategis dalam memastikan proses pendidikan di madrasah berjalan sesuai arah peningkatan mutu dan pembentukan karakter peserta didik.
Pendampingan yang dilakukan secara konsisten, kata Abdul Wasid, harus mampu membantu guru dan madrasah meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghadirkan pendidikan yang lebih humanis.
“Pengawas harus hadir memberikan pendampingan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh madrasah, guru, dan peserta didik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan implementasi KBC tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi dari perubahan positif yang muncul dalam proses pembelajaran dan lingkungan madrasah.
Komitmen para pengawas tersebut juga menjadi bagian dari penguatan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
“Melalui penguatan tersebut, pelayanan pendidikan diarahkan semakin bersih, mudah, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas H. Abdul Wasid.
Abdul Wasid berharap sinergi antara pengawas, kepala madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar transformasi pendidikan di madrasah berjalan secara berkelanjutan.
Dengan gerakan Satu Pengawas Satu Madrasah Piloting, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi tumbuh menjadi budaya pendidikan yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















