Warga Geger! Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Desa Lobuk

- Editorial Team

Kamis, 24 September 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Desa Lobuk Sumenep

Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Desa Lobuk Sumenep

OkeDailyJatim – Warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, digegerkan penemuan perempuan meninggal dunia di area tanah tegal, Kamis (24/9/2026).

Korban diketahui bernama Saniye, 62 tahun, warga Dusun Lobuk, Desa Lobuk. Jenazah ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB.

Lokasi penemuan berada di tanah tegal dataran tinggi Dusun Aengnyior, RT 020 RW 004, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penemuan itu bermula saat Sahari berada di sekitar tanah tegal. Ia kemudian mendapat informasi dari seorang pria yang sedang mencari rumput.

Pria tersebut memberi tahu Sahari adanya seseorang dalam posisi terlentang di area tanah tegal. Informasi itu kemudian diteruskan kepada perangkat desa.

Baca Juga:  Maulid Nabi dan Gema Sholawat Kebangsaan, Kemenag Sumenep Perkuat Integritas ASN Menuju WBK

Sahari bersama Sekretaris Desa Lobuk Rifqi Hufron dan Kepala Dusun Lobuk Joni Suharto langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, mereka menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Identitas korban kemudian diketahui sebagai Saniye.

Perangkat Desa Lobuk selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Bluto. Petugas bersama Puskesmas Bluto segera mendatangi lokasi.

Petugas melakukan penanganan awal dan pemeriksaan terhadap kondisi korban. Setelah itu, jenazah dievakuasi menuju rumah duka.

Jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Lobuk RT 007 RW 002, Desa Lobuk. Keluarga kemudian menyatakan menolak pelaksanaan visum.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Polisi tetap melakukan langkah penanganan untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.

Baca Juga:  Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Akhir, Lima Terdakwa Berujung Vonis

Berdasarkan keterangan keluarga, Saniye diketahui meninggalkan rumah sejak Selasa (22/9/2026) tanpa berpamitan kepada keluarganya.

Keluarga kemudian melakukan pencarian. Informasi mengenai korban yang hilang juga disebarkan melalui media daring untuk membantu menemukan keberadaannya.

Sehari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlihat warga berjalan kaki sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan PUD atau Jalan Desa Dusun Aengnyior.

Saat itu korban diketahui berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Ketika ditegur warga, korban tidak memberikan respons dan terus melanjutkan perjalanannya.

Keluarga juga menyampaikan bahwa korban telah mengalami gangguan kejiwaan sejak lama. Namun, kondisi tersebut bukan kesimpulan medis mengenai penyebab kematian.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka, Keadilan Restoratif Jadi Jalan Pemulihan

Polsek Bluto kemudian melakukan pemeriksaan lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan dokumentasi, serta mengumpulkan bahan keterangan dari warga sekitar.

Petugas juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia di area tanah tegal tersebut.

Hingga penanganan awal dilakukan, penyebab kematian Saniye belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lokasi.

Polisi juga belum menyimpulkan adanya unsur tertentu dalam kematian korban. Seluruh informasi yang diperoleh masih menjadi bahan pendalaman untuk mengetahui kejadian secara utuh.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Gabungan TNI-Polri di Sumenep, Yonif TP 931 dan Polresta Sisir Sejumlah Titik Strategis
Pil Berlogo Y Ditemukan di Kacongan, Dua Pemuda Kini Berhadapan dengan Hukum
IKSPI Kera Sakti Satukan Perguruan Silat di Sumenep, IPSI Soroti Pentingnya Persaudaraan
Ribuan Pengunjung Serbu Festival Seafood Ambunten 2026, 15 Desa Unjuk Potensi, UMKM Jadi Sorotan
Festival Seafood Ambunten 2026 Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir
Yonif TP 931/KJ Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme, 160 Siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep Belajar Langsung di Markas TNI
Kepedulian Bupati Sumenep Dirasakan Warga Tonduk, Camat Fikri Apresiasi Bantuan 150 Jerigen Air Bersih
Gandeng Influencer dan Komunitas, Kapolresta Sumenep Perkuat Kemitraan dengan Gen Z

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 17:25 WIB

Patroli Gabungan TNI-Polri di Sumenep, Yonif TP 931 dan Polresta Sisir Sejumlah Titik Strategis

Minggu, 8 November 2026 - 11:57 WIB

Pil Berlogo Y Ditemukan di Kacongan, Dua Pemuda Kini Berhadapan dengan Hukum

Minggu, 8 November 2026 - 11:40 WIB

IKSPI Kera Sakti Satukan Perguruan Silat di Sumenep, IPSI Soroti Pentingnya Persaudaraan

Sabtu, 7 November 2026 - 23:59 WIB

Ribuan Pengunjung Serbu Festival Seafood Ambunten 2026, 15 Desa Unjuk Potensi, UMKM Jadi Sorotan

Sabtu, 7 November 2026 - 18:13 WIB

Yonif TP 931/KJ Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme, 160 Siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep Belajar Langsung di Markas TNI

Berita Terbaru