OkeDailyJatim – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M secara virtual, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tingkat nasional yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI itu berlangsung di Aula Al Ikhlas Kemenag Sumenep dan diikuti jajaran ASN.
Momentum Maulid Nabi tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Kegiatan juga menjadi ruang refleksi bagi ASN untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim mengatakan, nilai keteladanan Rasulullah SAW harus hadir dalam perilaku ASN, terutama saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat Maulid Nabi harus diwujudkan melalui sikap ASN yang jujur, adil, ramah, serta berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap hari.” kata Muh. Rifa’i Hasyim
Menurut Rifa’i, keteladanan Rasulullah dalam membangun persaudaraan, menghargai perbedaan, dan memuliakan sesama sangat relevan dengan penguatan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Sumenep.
“Keteladanan Rasulullah menjadi fondasi penting untuk membangun budaya kerja yang humanis, menghargai perbedaan, dan mendukung penguatan Zona Integritas.” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid mengapresiasi kesungguhan seluruh jajaran yang mengikuti peringatan Maulid Nabi sekaligus peluncuran Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan tersebut.
Ia menegaskan, pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan nasional itu harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Terutama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.
“Mari kita teladani akhlak Rasulullah dengan menghadirkan pelayanan yang humanis, berintegritas, dan penuh ketulusan kepada seluruh masyarakat yang kita layani.” ujarnya.
Abdul Wasid menilai, ASN Kemenag tidak cukup hanya memahami nilai-nilai keteladanan Rasulullah. Nilai tersebut harus terlihat melalui etos kerja, sikap profesional, dan pelayanan yang bebas dari praktik penyimpangan.
“Nilai akhlak Rasulullah harus menjadi energi bagi ASN untuk bekerja profesional, melayani dengan tulus, serta menjaga kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama.” tegas Abdul Wasid.
Ia menambahkan, penguatan akhlak dan integritas menjadi bagian penting dalam perjalanan Kemenag Sumenep membangun Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Pembangunan Zona Integritas harus berjalan bersama penguatan akhlak, sehingga semangat menuju WBK dan WBBM benar-benar dirasakan melalui pelayanan publik.” tandasnya.
Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Bagi Kemenag Sumenep, gema sholawat menjadi pengingat untuk memperkuat persaudaraan, kebangsaan, dan semangat melayani.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, jajaran Kemenag Sumenep berkomitmen menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari budaya kerja dan pelayanan publik yang semakin bersih serta berintegritas.










