OkeDailyJatim – Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep terus menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026. Edukasi kali ini menyasar anak-anak RA Al Mukhlishin, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Rabu (26/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun kesadaran konsumsi ikan sejak usia dini. Ikan didorong bukan hanya sebagai lauk, tetapi sumber protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Drs. Agustiono Sulasno, MH, mengatakan Gemarikan merupakan gerakan penting untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gemarikan bukan sekadar slogan, tetapi gerakan penting untuk menanamkan kebiasaan makan ikan sejak dini kepada anak-anak kita.” kata Agus Sulasno dalam sambutannya.
Menurut Agustiono, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Ikan mengandung protein hewani serta omega-3 yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak.
“Ikan adalah sumber protein tinggi, kaya omega-3, mudah didapat dan terjangkau untuk mendukung pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak.” ujarnya.
Pesan Gemarikan semakin penting di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting. Menurut Agustiono, persoalan stunting harus ditangani secara bersama melalui penguatan gizi berbasis pangan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Pencegahan dan penurunan stunting bukan hanya tugas Dinas Perikanan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.” ungkap Agus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak beranggapan bahwa makanan bergizi harus selalu mahal. Berbagai jenis ikan lokal dapat menjadi pilihan pangan keluarga karena memiliki kandungan gizi yang baik.
“Tidak perlu ikan yang mahal. Ikan lokal pun banyak yang bergizi tinggi dan dapat menjadi pilihan pangan sehat bagi keluarga.” tambahnya.
Bagi Dinas Perikanan Sumenep, Gemarikan juga memiliki dimensi ekonomi. Ketika konsumsi ikan meningkat, permintaan terhadap hasil perikanan ikut tumbuh sehingga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Semakin banyak masyarakat gemar makan ikan, kebutuhan ikan juga meningkat sehingga pelaku usaha perikanan semakin bersemangat meningkatkan produksinya.” sambung Agus Sulasno.
Tidak berhenti pada konsumsi ikan segar, pemerintah juga mendorong tumbuhnya usaha kecil yang mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan. Langkah itu dinilai dapat menambah nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha masyarakat.
Karena itu, sosialisasi Gemarikan di RA Al Mukhlishin diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Anak-anak dan keluarga diharapkan membawa pesan tersebut ke rumah dan menjadikannya kebiasaan sehari-hari.
“Mari mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Dengan mengonsumsi ikan secara rutin, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat dan cerdas.” pungkasnya.
Agustiono mengajak masyarakat Kabupaten Sumenep menjadikan ikan sebagai bagian penting dari menu keluarga. Konsumsi ikan minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan diharapkan menjadi kebiasaan untuk memperkuat gizi keluarga.
Menurutnya, langkah sederhana di meja makan dapat menjadi investasi besar bagi masa depan. Anak yang memperoleh asupan gizi cukup memiliki peluang tumbuh lebih sehat, kuat, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.
Melalui Gemarikan 2026, Dinas Perikanan Sumenep ingin membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga. Salah satunya dengan menghadirkan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh.
Pesan tersebut menjadi semakin kuat karena edukasi dilakukan sejak lingkungan pendidikan anak usia dini. Kebiasaan makan ikan yang dibangun sejak kecil diharapkan terus terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.
Dengan semangat Gemarikan, pemerintah mengajak masyarakat tidak sekadar berbicara tentang gizi, tetapi mulai mengubah kebiasaan dari hal paling sederhana. Yakni, menghadirkan ikan di meja makan keluarga.










