Puncak Panen Tembakau Madura 2026, Sulaisi Desak Industri Perluas Pasar agar Petani Tak Terjebak Antrean

- Editorial Team

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen APSI Sulaisi Abdurrazaq

Sekjen APSI Sulaisi Abdurrazaq

OkeDailyJatim – Puncak panen tembakau Madura 2026 kembali mengangkat persoalan pasar. Produksi melimpah dinilai harus diimbangi pembelian agar petani tidak kesulitan menjual.

Sejumlah petani mulai menghadapi antrean di titik pembelian. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar hasil panen tidak berubah menjadi beban ekonomi.

Pemerhati kebijakan sekaligus Sekjen APSI, Sulaisi Abdurrazaq, mendorong industri tembakau memperluas pembelian hasil panen petani Madura secara lebih terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sulaisi, petani telah mengeluarkan modal, tenaga, dan waktu sejak masa tanam. Karena itu, hasil panen harus memperoleh pasar yang layak dan harga sesuai mutu.

“Petani tidak meminta belas kasihan. Mereka membutuhkan pasar dan penghargaan layak atas kerja kerasnya. Tembakau berkualitas harus dibeli dengan harga bagus,” kata Sulaisi, Rabu (26/08/2026).

Sulaisi menilai keterbatasan titik pembelian dapat membuat petani dan pedagang bergantung pada gudang tertentu. Akibatnya, antrean panjang berpotensi terjadi.

Baca Juga:  UPT PPD Sumenep Hadirkan Nobar Final Piala Dunia 2026, Siap Satukan Euforia Warga

Fenomena antrean tersebut, kata Sulaisi, salah satunya terlihat di gudang milik H. Her, Pamekasan. Kendaraan pengangkut tembakau disebut mengular hingga sekitar satu kilometer.

“Antrean panjang memang menunjukkan adanya penyerapan. Namun, kondisi itu juga menandakan kapasitas pasar tembakau Madura masih perlu diperbesar,” ujarnya.

Menurut dia, pembukaan titik pembelian baru penting untuk mengurangi penumpukan kendaraan. Langkah itu sekaligus memberi ruang bagi petani menawarkan panen kepada lebih banyak pembeli.

“Kita prihatin jika petani harus mengantre berhari-hari. Mereka membawa panen sebagai sumber penghidupan keluarga, sehingga pengusaha penyerap patut diapresiasi,” tambah Sulaisi 

Dirinya berharap perusahaan besar seperti Djarum, Sampoerna, Gudang Garam, dan pelaku industri lainnya ikut memperluas serapan tembakau Madura selama musim panen.

Baca Juga:  Dua Sumur Bor TNI AD di Talango Sumenep Siap Layani 205 Warga, Akses Air Bersih Makin Dekat

“Pengusaha besar mari hadir membantu petani tembakau Madura. Buka pasar seluas-luasnya dan berikan harga sesuai kualitas agar panen tidak sulit terjual,” tegasnya.

Ia menegaskan, perluasan pasar tidak berarti standar mutu harus diabaikan. Mekanisme pembelian tetap mempertimbangkan kualitas, tetapi akses petani perlu dibuka lebih luas.

“Industri membutuhkan bahan baku, sedangkan petani membutuhkan pasar. Hubungan itu harus seimbang agar industri mendapat pasokan dan petani tidak kesulitan,” tutur Sulaisi.

Perputaran tembakau Madura bukan hanya menyangkut petani. Pedagang, buruh tani, pekerja angkut, tenaga gudang, dan masyarakat ikut bergantung pada aktivitas komoditas tersebut.

“Kalau industri mengambil bahan baku dari Madura, petani harus menjadi perhatian. Jangan sampai petani berjuang sendiri tanpa kepastian pasar,” jelasnya.

Sulaisi juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret. Salah satunya menerbitkan surat edaran kepada pengusaha tembakau agar memperbesar serapan selama panen 2026.

Baca Juga:  Staf Ahli Bupati Hadiri Peresmian Griya Sehat LKNU Sumenep, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Thibbun Nabawi

“Pemerintah harus hadir. Jika perlu, segera keluarkan surat edaran dan dorong pengusaha membuka pasar serta meningkatkan penyerapan. Petani jangan sendiri,” imbuh Sulaisi.

Menurutnya, persoalan tembakau tidak cukup diselesaikan dengan bantuan sesaat. Ekosistem perdagangan perlu dibangun agar mutu, pasar, harga, dan keberlanjutan berjalan bersama.

“Petani harus didorong menghasilkan tembakau berkualitas. Industri perlu menyediakan pasar dan memberi nilai pembelian sepadan agar mata rantai perdagangan menjadi sehat,” sambungnya.

Musim panen tembakau Madura 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja sama antara petani, perusahaan, pedagang, dan pemerintah untuk menciptakan pasar yang lebih adil.

“Jika petani, industri, dan pemerintah berjalan bersama, petani dapat bertahan sekaligus meningkatkan kualitas. Kepastian pasar inilah yang harus dijaga,” pungkas Sulaisi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Besar di Polresta Sumenep, 10 Pejabat Berganti: Kapolresta Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Madura Culture Fest 2026, DLH Sumenep Dorong Stand Bersih dan Ramah Lingkungan
Dispusip Sumenep Pacu Budaya Literasi, Pelajar Dibekali Jurus Jitu Menulis Resensi Buku
Ayo Ramai-Ramai ke MCF 2026 Sumenep! RSUDMA Siapkan Cek Kesehatan Gratis hingga Doorprize
KKN Berbasis Pesantren Diluncurkan, Kemenag Sumenep Tekankan Khidmah dan Integritas Mahasiswa
Selisih Manifes KMP Mutiara Sentosa 2 Diselidiki, Polisi Dalami Data 238 Penumpang
Lomba Rakyat Demokrat Sumenep Semarakkan HUT RI ke-81, Warga Tumpah Ruah di Lapangan Adi Rasa
Bukan Cuma Lepas! Camat Kamil Ikut Pawai Budaya HUT RI ke-81 di Gapura

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Mutasi Besar di Polresta Sumenep, 10 Pejabat Berganti: Kapolresta Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Puncak Panen Tembakau Madura 2026, Sulaisi Desak Industri Perluas Pasar agar Petani Tak Terjebak Antrean

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:57 WIB

Madura Culture Fest 2026, DLH Sumenep Dorong Stand Bersih dan Ramah Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:29 WIB

Dispusip Sumenep Pacu Budaya Literasi, Pelajar Dibekali Jurus Jitu Menulis Resensi Buku

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ayo Ramai-Ramai ke MCF 2026 Sumenep! RSUDMA Siapkan Cek Kesehatan Gratis hingga Doorprize

Berita Terbaru