OkeDailyJatim –Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep terus menghidupkan budaya literasi melalui lomba resensi buku tingkat SLTP dan SLTA tahun 2026. Pembekalan peserta digelar selama dua hari.
Pembekalan peserta SLTP berlangsung Rabu (26/8/2026), sedangkan peserta SLTA mengikuti kegiatan serupa Kamis (27/8/2026). Materi diberikan untuk memperkuat kemampuan peserta memahami teknik menulis resensi.
Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyiyanto, SE., M.Si., membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menilai lomba resensi menjadi ruang penting untuk mengasah kemampuan pelajar membaca, menilai, sekaligus menyampaikan gagasan secara kritis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lomba resensi ini kami harapkan mampu mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan buku, sekaligus memiliki kemampuan memberikan penilaian dan ulasan secara menyeluruh,” kata Rudi Yuyiyanto, SE., M.Si dalam sambutannya.
Menurut Rudi, resensi bukan sekadar menceritakan isi sebuah buku. Peserta harus mampu melihat kualitas karya, memberikan penilaian, serta membandingkannya dengan karya sejenis secara objektif dan argumentatif.
“Kami ingin peserta tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi dan kualitas buku. Dari sana, mereka belajar menyampaikan pandangan dengan bahasa yang baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Tahun ini, lomba mengangkat tema “Resensi Berbasis Koleksi Perpustakaan”. Peserta diarahkan datang langsung ke Perpustakaan Daerah Sumenep untuk memilih buku yang akan dibaca dan kemudian diolah menjadi karya resensi.
Konsep tersebut sengaja dirancang agar lomba tidak berhenti pada kompetisi. Dispusip ingin menjadikan kegiatan itu sebagai pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat koleksi perpustakaan sekaligus membangun kebiasaan membaca.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengawasan, Pengembangan, dan Layanan Kearsipan Dispusip Sumenep, Agus Utomo, S.Sos., M.Si., mengatakan pembekalan diperlukan agar peserta memahami standar penilaian sejak awal. Dengan begitu, karya yang dihasilkan lebih terarah dan berkualitas.

“Pembekalan ini kami berikan supaya peserta memahami bagaimana membuat resensi yang baik, baik dari sisi teknis maupun nonteknis sesuai dengan kriteria penilaian,” ujar Agus Utomo, S.Sos., M.Si.
Ia menjelaskan, Dispusip juga berupaya membuat kegiatan literasi lebih atraktif melalui berbagai bentuk lomba. Cara tersebut dinilai penting agar aktivitas membaca tidak dipandang sebagai kegiatan yang monoton oleh generasi muda.
“Uang pembinaan yang kami siapkan cukup tinggi. Ini menjadi stimulan agar siswa dan masyarakat semakin tertarik ikut berpartisipasi dalam kegiatan literasi,” jelasnya.
Selain pembekalan resensi, Dispusip Sumenep memberikan piagam penghargaan, piala, dan uang pembinaan secara simbolis kepada pemenang lomba pembuatan video konten yang digelar pada bulan sebelumnya.
Pemberian penghargaan itu menjadi bagian dari strategi Dispusip memperluas gerakan literasi melalui kegiatan yang kreatif. Pelajar dan masyarakat diberikan ruang untuk mengekspresikan kemampuan melalui berbagai format yang dekat dengan perkembangan zaman.
“Harapannya, kegiatan lomba ini terus melahirkan inovasi. Minat baca bisa tumbuh melalui kegiatan yang menarik, sehingga masyarakat tidak hanya datang ke perpustakaan, tetapi juga semakin gemar membaca,” pungkas Agus Utomo, S.Sos., M.Si.
Melalui lomba resensi buku 2026, Dispusip Sumenep ingin menghadirkan pengalaman literasi yang lebih hidup. Membaca tidak sekadar aktivitas mencari informasi, tetapi menjadi bekal bagi pelajar untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran perpustakaan daerah sebagai ruang belajar masyarakat. Dari buku yang dibaca, lahir gagasan; dari gagasan, tumbuh kreativitas; dan dari kreativitas, diharapkan muncul generasi Sumenep yang semakin literat.










