OkeDailyJatim – Polisi mengusut selisih data manifes KMP Mutiara Sentosa 2. Sebanyak 238 orang dievakuasi, sedangkan data awal mencatat 232 penumpang di kapal.
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan penyidik telah mengantongi dokumen pelayaran. Manifes dan surat persetujuan berlayar kini diperiksa.
“Kami sudah mempunyai data dan dokumen lengkap. Mulai manifes, meski tidak ada kesesuaian, hingga Surat Persetujuan Berlayar, semuanya kami teliti.” ujarnya, Selasa (25/08/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Basarnas mencatat 238 orang berhasil dievakuasi. Sebanyak 233 orang selamat dan lima lainnya meninggal dunia. Selisih data tersebut kini didalami polisi.
Lima orang lainnya masih dipertanyakan keberadaannya setelah operasi SAR ditutup pada 4 Agustus 2026. Satu nama diketahui tercatat dalam manifes operator kapal.
Polisi juga mendalami dugaan saling lempar tanggung jawab dalam insiden tersebut. Penyidik menelusuri pihak yang berperan dalam pengoperasian serta keselamatan kapal.
“Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2, ini yang sedang kami garis bawahi. Penyidik masih mendalami seluruh fakta.” kata Kombes Pol Arman Asmara.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa tujuh saksi untuk mengurai kronologi kebakaran. Aspek teknis, administrasi, dan tanggung jawab operator turut diperiksa.
“Kami sedang mendalami siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus terbakarnya kapal ini. Semua fakta akan kami periksa secara menyeluruh.” tandasnya.
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Sumenep pada 2 Agustus 2026. Insiden itu melibatkan ratusan penumpang dan menewaskan lima orang.










