OkeDailyJatim – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Pesantren di Aula As-Syarkawi Universitas Annuqayah, Senin (24/08).
Peluncuran KKN Berbasis Pesantren tersebut didampingi Dewan Pengasuh Pondok Pesantren, K.M. Ainul Yaqin, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Annuqayah. Program ini diarahkan menjadi ruang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdul Wasid menegaskan bahwa KKN tidak boleh hanya dipandang sebagai bagian dari kewajiban akademik mahasiswa. Lebih dari itu, KKN harus menjadi bentuk nyata khidmah kepada umat melalui pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan waktu selama KKN secara maksimal untuk mengabdi. Nilai-nilai kepesantrenan, seperti akhlakul karimah, kesederhanaan, keikhlasan, dan integritas, harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap amanah.
Abdul Wasid juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menentukan program kerja. Menurutnya, mahasiswa perlu terlebih dahulu membaca, memahami, dan menganalisis kondisi masyarakat secara langsung agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan.
Program kerja KKN, kata dia, harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur serta mampu menghadirkan dampak positif. Dengan begitu, kehadiran mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadikan KKN sebagai ruang untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Bekerjalah dengan ikhlas, profesional, terukur, dan berintegritas,” ujar Abdul Wasid.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga nama baik Universitas Annuqayah dan pesantren selama menjalankan pengabdian. Sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas harus ditunjukkan dalam setiap aktivitas.
Abdul Wasid menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari generasi intelektual yang hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, KKN harus menjadi momentum membangun hubungan yang baik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi umat.
“Semoga kehadiran mahasiswa selama KKN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Jadikan setiap kegiatan sebagai bentuk pengabdian yang tulus dan amanah,” harapnya.










