Viral Sumpah Pocong di Sumenep, Dugaan Santet Berujung Ritual Setelah Mediasi Buntu

- Editorial Team

Senin, 20 Juli 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Tangkapan Ritual Sumpah Pocong di Desa Lenteng Timur

Hasil Tangkapan Ritual Sumpah Pocong di Desa Lenteng Timur

SUMENEP, OkeDailyJatim – Sebuah prosesi sumpah pocong di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.

Ritual yang berlangsung di Masjid Miftahul Ulum itu dilakukan sebagai jalan terakhir dalam menyelesaikan perselisihan dugaan santet yang tak kunjung menemukan titik temu.

Peristiwa tersebut bermula dari tudingan seorang warga, Nuruddin (65), terhadap Riyanti (61). Nuruddin meyakini menantunya meninggal dunia akibat praktik santet yang dituduhkan kepada Riyanti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga prosesi sumpah pocong digelar, tuduhan tersebut belum pernah dibuktikan melalui proses hukum maupun putusan pengadilan.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Luncurkan HALO KAPOLRESTA, Patroli Skala Besar Perkuat Keamanan dan Kamtibmas

Pemerintah Desa Lenteng Timur bersama tokoh masyarakat sebenarnya telah berulang kali mempertemukan kedua belah pihak. Berbagai upaya musyawarah dilakukan agar persoalan selesai secara damai.

Namun, mediasi tidak menghasilkan kesepakatan sehingga kedua pihak memilih menempuh sumpah pocong sebagai penyelesaian yang diyakini masing-masing.

Ketua RT 1 Desa Lenteng Timur, Fauzi, membenarkan bahwa kedua pihak yang berselisih merupakan warganya. Ia menjelaskan, pemerintah desa telah berusaha maksimal agar konflik tidak berkembang semakin jauh.

“Yang menjalani sumpah pocong itu memang warga kami. Riyanti menjadi pihak yang dituduh memiliki ilmu santet, sedangkan yang menuduh adalah Pak Nuruddin karena meyakini menantunya meninggal akibat santet,” kata Fauzi, Senin (20/7/2026).

Prosesi dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung hampir satu jam. Ratusan warga memadati area Masjid Miftahul Ulum untuk menyaksikan ritual yang berlangsung dengan khidmat.

Baca Juga:  Kepala UPTD Pasar Anom Turun Tangan Pungut Sampah, Gaungkan Budaya Bersih

Momen tersebut kemudian direkam warga dan dalam waktu singkat menyebar di berbagai platform media sosial hingga menjadi perbincangan luas.

Fauzi mengungkapkan bahwa sebelum prosesi berlangsung, pemerintah desa telah berulang kali melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Namun, keputusan menjalankan sumpah pocong tetap menjadi pilihan kedua belah pihak.

“Kami sudah melakukan mediasi mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintah desa. Tetapi kedua belah pihak tetap bersikeras memilih sumpah pocong sebagai penyelesaian persoalan ini,” ujar Fauzi menambahkan.

Pemerintah desa berharap ritual tersebut benar-benar menjadi penutup konflik yang sempat mengusik kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Disnaker Sumenep Perkuat Talenta Digital Santri, Pelatihan Multimedia di BLK Komunitas Nurul Islam Bluto Cetak SDM Siap Bersaing

Warga juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai tuduhan yang belum terbukti dan tetap mengedepankan persaudaraan serta penyelesaian persoalan melalui jalur musyawarah.

Menurut Fauzi, peristiwa serupa pernah terjadi di wilayah yang sama pada 2022. Kala itu, sengketa berhasil diselesaikan melalui mediasi tanpa harus berakhir dengan pelaksanaan sumpah pocong.

Karena itu, pemerintah desa berharap masyarakat semakin mengedepankan dialog agar kerukunan tetap terjaga di tengah kehidupan sosial.

Facebook Comments Box

Penulis : Supriyadi Prayitno

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua
Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak
Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten
Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan
Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka
Empat Pilar Bergerak Cepat, Dinsos P3A, BAZNAS, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pemdes Tambuko Bantu Korban Puting Beliung
Fatwa Fatayat NU Sumenep Buka Ruang Literasi Kesehatan Reproduksi, Kader Ganding Didorong Jadi Garda Edukasi

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:59 WIB

NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Berita Terbaru