SUMENEP, OkeDailyJatim – Pemandangan yang berbeda terlihat di Pasar Anom Kabupaten Sumenep, Madura, pada Jumat (24/7/2026). Di tengah ramainya aktivitas jual beli,
Kepala UPTD Pasar Diskop UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep, Subaidi, SH, memilih turun langsung memungut sampah di area pintu masuk dan pintu keluar pasar bersama Penanggung Jawab (Penjab) Pasar. Aksi tersebut langsung menyita perhatian pedagang dan pengunjung.
Bersama jajarannya, Subaidi menyisir sejumlah titik yang dipenuhi sampah sebagai bentuk komitmen menghadirkan Pasar Anom yang bersih, tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Subaidi, perubahan wajah pasar harus diawali dengan keteladanan dari pengelola. Karena itu, ia sengaja turun langsung agar semangat menjaga kebersihan dapat menjadi budaya bersama, bukan sekadar menjadi tugas petugas kebersihan.
“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa menjaga kebersihan harus dimulai dari pengelolanya. Jika semua memiliki kepedulian yang sama, Pasar Anom akan menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua,” ucap Subaidi disela-sela kegiatan.
Ia menegaskan, area pintu masuk dan pintu keluar merupakan wajah pertama yang dilihat masyarakat ketika datang ke pasar.
Kondisi kawasan tersebut menjadi cerminan kualitas pelayanan kepada pedagang maupun pengunjung.
“Pintu masuk dan pintu keluar adalah wajah Pasar Anom. Karena itu, kebersihannya harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat merasa nyaman sejak pertama kali datang untuk berbelanja,” ujarnya.
Tak hanya menggelar kerja bakti, Subaidi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi para pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, kebersihan pasar merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat, tertata, dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh pedagang untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lapak masing-masing.
Jika lingkungan pasar bersih, aktivitas perdagangan akan semakin nyaman dan masyarakat pun akan senang berbelanja di Pasar Anom,” jelas Subaidi.
Ia berharap budaya disiplin dan gotong royong terus tumbuh di lingkungan Pasar Anom. Dengan kepedulian seluruh pedagang, pengunjung, dan pengelola, pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sumenep itu diyakini akan semakin bersih, aman, tertata, serta menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kalau seluruh pedagang dan pengunjung memiliki kepedulian yang sama, saya yakin Pasar Anom akan menjadi pasar tradisional yang bersih, sehat, nyaman, dan semakin maju,” pungkasnya.
Penulis : Syahid Badri
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim










