OkeDailyJatim – Aroma khas terasi rebon Ambunten bukan sekadar cerita dapur masyarakat. Di baliknya, ada potensi ekonomi yang kini mulai disentuh teknologi untuk membuka pasar lebih luas.
Potensi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Sasarannya adalah Poklahsar Maduratna, Kecamatan Ambunten. Kelompok ini mendapat dukungan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi terasi rebon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua teknologi menjadi perhatian utama, yakni Screw Extruder Cutting dan Heat Pump Dryer. Keduanya diarahkan untuk membuat proses produksi lebih efektif dan hasil lebih konsisten.
Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno SH MH, mengatakan teknologi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan lokal.
“Potensi perikanan lokal harus mampu menghasilkan nilai tambah. Teknologi hadir untuk mendorong produktivitas, kualitas, dan daya saing usaha masyarakat,” kata Agustiono Sulasno beberapa waktu lalu.
Program ini merupakan tahun kedua kegiatan Pemberdayaan Berbasis Wilayah yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Dukungan program disalurkan melalui platform BIMA berdasarkan kontrak B/406.1/PT.01.03/BIMA/PM-MULTITAHUN/2025.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Mas'udi
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















