OkeDailyJatim – Semangat gotong royong kembali menguat di Kabupaten Sumenep. Personel Yonif TP 931/KJ bersama pemerintah dan masyarakat menggelar Kerja Bakti Nasional di Desa Paberasan, Sabtu (29/8/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah. Kegiatan ini menyatukan unsur TNI, pemerintah, LDII, instansi serta masyarakat dalam satu gerakan nyata.
Sebanyak 30 personel Yonif TP 931/KJ diterjunkan bersama sekitar 200 masyarakat dan unsur instansi. Mereka bergerak membersihkan sejumlah fasilitas dan ruang publik yang menjadi sasaran kerja bakti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara terpisah, Danyonif TP 931/KJ Mayor Inf Aditya Danang menegaskan bahwa kerja bakti menjadi ruang penting untuk membangun kebersamaan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan secara konsisten dan bersama.
“Kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan. TNI ingin hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mayor Inf Aditya Danang kepada media ini, Sabtu (29/08/2026).
Kegiatan diawali pada pukul 07.30 WIB di Balai Kemasyarakatan Kantor Pemerintah Desa Paberasan. Setelah persiapan, peserta kemudian bergerak menuju sejumlah titik yang telah ditentukan.
Lima lokasi menjadi sasaran utama kegiatan, yakni Makam Congkop Dusun Padaringan Barat, Makam Gung Delem Dusun Padaringan Temor, Makam Kebun Lalang, Agung Somar Dusun Pandian dan Pasar Jengara.
Mayor Inf Aditya Danang menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas unsur dinilai mampu membuat gerakan menjaga lingkungan semakin kuat dan berkelanjutan.
“Keterlibatan masyarakat adalah kekuatan utama. Ketika semua unsur bergerak bersama, lingkungan menjadi lebih terawat dan rasa kepedulian sosial juga semakin tumbuh,” katanya.
Di lapangan, personel Yonif TP 931/KJ dan masyarakat bahu-membahu melakukan pembersihan. Suasana gotong royong terlihat di berbagai titik ketika peserta bekerja menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pesan bahwa lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah membutuhkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Menurut Mayor Inf Aditya Danang, keberadaan prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Kami ingin kehadiran prajurit benar-benar dirasakan manfaatnya. Bersama masyarakat, kami menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” tutur Danyonif Mayor Inf Aditya Danang.
Kerja Bakti Nasional di Paberasan juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, TNI dan warga. Semangat tersebut menjadi modal penting menjaga kebersihan bersama.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.40 WIB. Seluruh rangkaian kerja bakti berjalan aman, tertib dan lancar tanpa kendala berarti. Peserta kemudian mengakhiri kegiatan setelah seluruh sasaran pembersihan ditangani.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kerja bakti di Desa Paberasan akhirnya bukan sekadar agenda kebersihan. Di balik sapu, cangkul dan langkah para peserta, tersimpan pesan kuat tentang kepedulian, persatuan dan semangat membangun lingkungan.
Dari Paberasan, semangat Indonesia ASRI kembali menemukan bentuknya melalui aksi nyata. TNI, pemerintah dan masyarakat membuktikan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.















