SUMENEP, OkeDailyJatim – Upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan SDN Karangnangka I, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura.
Sebanyak 30 siswa kelas IV dan VI bersama tiga guru pendamping mengikuti kunjungan edukatif ke Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengenalan literasi sekolah yang bertujuan mendekatkan siswa dengan dunia perpustakaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama berada di Dispusip, para peserta diajak mengenal berbagai layanan perpustakaan, membaca buku bersama, hingga menyaksikan film edukatif sebagai media pembelajaran.
Kepala SDN Karangnangka I, Gunawan Triprabowo, S.Pd.SD, mengatakan kunjungan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas wawasan siswa di luar ruang kelas.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung bahwa perpustakaan adalah tempat belajar yang menyenangkan.
Harapannya, setelah kegiatan ini mereka semakin gemar membaca dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Gunawan.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda DISPUSIP Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menyambut positif kunjungan tersebut.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang gemar belajar dan berpikir kritis.
“Kami mengapresiasi inisiatif SDN Karangnangka I yang menghadirkan siswa langsung ke perpustakaan.
Literasi akan tumbuh ketika anak-anak dikenalkan dengan buku dan lingkungan belajar yang nyaman sejak dini,” kata Drs. Syaiful Bahri kepada media ini, Senin (20/07/2026).
Ia menjelaskan, Dispusip Kabupaten Sumenep terus mengembangkan layanan agar perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar tempat meminjam buku, melainkan sebagai pusat aktivitas belajar yang interaktif.
“Perpustakaan hari ini adalah ruang kolaborasi dan ruang tumbuh. Kami menghadirkan berbagai fasilitas agar anak-anak merasa betah belajar, membaca, berdiskusi, hingga memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.
Syaiful berharap semakin banyak sekolah yang menjalin sinergi dengan DISPUSIP sehingga gerakan literasi di Kabupaten Sumenep dapat berkembang lebih luas.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh sekolah untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah.
Semakin banyak anak yang datang ke perpustakaan, semakin besar pula peluang kita melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga diharapkan semakin akrab dengan budaya membaca sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim










