SUMENEP, OkeDailyJatim – Gerakan ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan yang luas. Dari pekarangan rumah yang sederhana, keluarga dapat menghadirkan sumber pangan sehat sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
Gagasan itulah yang mengemuka dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sumenep di Graha Wiyatan MAN Sumenep, Rabu (22/7).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi. DWP Kemenag Sumenep menjadikannya sebagai ruang edukasi untuk menggerakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini sebuah langkah nyata yang mengajak setiap keluarga memanfaatkan lahan di sekitar rumah agar lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.
Ketua DWP Kemenag Sumenep, Ny. Barratul Aini Wasid, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan pangan dari lingkup keluarga.
Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Pekarangan bukan sekadar halaman rumah. Di sanalah keluarga bisa menanam harapan melalui pangan sehat yang diproduksi sendiri dengan penuh kepedulian,” kata Barratul Aini.
Ia menambahkan, gerakan P2L tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sayuran, buah, maupun tanaman obat keluarga, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup hemat, sehat, dan mandiri di tengah masyarakat.
“Saya berharap seluruh anggota DWP menjadi pelopor yang menginspirasi lingkungan sekitarnya agar semakin banyak keluarga memanfaatkan pekarangan sebagai sumber kehidupan yang bermanfaat,” tambahnya.
Apresiasi terhadap gerakan tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, selaku Pembina DWP.
Ia menilai inisiatif yang digagas bersama MTsN 3 Sumenep merupakan langkah inovatif yang selaras dengan semangat pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan.
“Program seperti ini memiliki dampak yang luas. Ketika keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan masyarakat juga akan semakin kuat,” ujar Abdul Wasid.
Menurutnya, sosialisasi harus menjadi titik awal lahirnya aksi nyata. Ia berharap seluruh anggota DWP dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat.
“Saya berharap Pekarangan Pangan Lestari berkembang menjadi gerakan bersama, bukan hanya di lingkungan Kementerian Agama, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk membangun lingkungan yang hijau, sehat, dan produktif,” pungkasnya.
Melalui gerakan ini, DWP Kemenag Sumenep menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan keluarga tangguh.
Dari pekarangan rumah, lahir ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus semangat gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim










