Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 mencapai 70,54 atau melampaui target sebesar 70,00. Persentase penduduk miskin juga berhasil ditekan menjadi 17,20 persen dari target 17,70 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep mencapai 4,85 persen atau lebih tinggi dibanding target sebesar 4,00 persen.
Tak hanya itu, Indeks Reformasi Birokrasi meningkat menjadi 80,78, Indeks Kesalehan Sosial mencapai 87,89, sedangkan Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur berhasil terealisasi sebesar 82,70 sesuai target pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deretan capaian tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan di Kabupaten Sumenep tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga menghasilkan dampak yang dapat diukur melalui berbagai indikator pembangunan.
Peningkatan tersebut juga tercermin dari nilai SAKIP Kabupaten Sumenep yang terus mengalami tren positif.
Pada 2021, Kabupaten Sumenep memperoleh nilai 68,81 dengan predikat B. Nilai itu meningkat menjadi 68,88 pada 2022, kemudian berada pada angka 68,61 pada 2023.
Perbaikan signifikan mulai terlihat pada 2024 ketika nilai SAKIP meningkat menjadi 70,15 sehingga berhasil meraih predikat BB.
Capaian itu kembali meningkat pada 2025 dengan nilai 72,34 atau tetap mempertahankan predikat BB sekaligus menunjukkan konsistensi perbaikan tata kelola pemerintahan.
KH Imam Hasyim menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










