Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd. Kehadirannya memperkuat ruang dialog antara NU dan pemangku kepentingan pendidikan di daerah.
Perspektif akademik turut memperkaya forum melalui paparan Direktur Pascasarjana Universitas Annuqayah, Dr. Damanhuri, serta Wakil Rektor UIN Madura, Prof. Muhammad Ali Al-Humaidy, M.Si.
Berbagai persoalan pendidikan dibahas, mulai dari perubahan lingkungan belajar, perkembangan teknologi, tuntutan kompetensi generasi muda, hingga pentingnya menjaga nilai keislaman dan ke-NU-an di tengah persaingan yang semakin terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlibatan lembaga, badan otonom, dan Aswaja Center NU Kabupaten Sumenep menjadi sinyal bahwa pendidikan mulai diarahkan sebagai agenda bersama. Konsolidasi lintas unsur itu diharapkan mampu memperkuat jejaring pendidikan dari tingkat PCNU hingga MWC dan ranting.
LP Ma’arif PCNU Sumenep menargetkan hasil forum tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Konsolidasi tersebut diharapkan melahirkan program konkret yang dapat dijalankan MWC NU sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Pada akhirnya, NU Education Summit Sumenep 2026 menjadi momentum untuk menanamkan fondasi pendidikan yang lebih kuat. Dari MWC, gerakan pendidikan NU diharapkan tumbuh menjadi ekosistem yang unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















