Gerakan pendidikan tersebut tidak hanya diarahkan pada sekolah atau madrasah. LP Ma’arif juga mendorong pengembangan pendidikan nonformal berupa kursus, pelatihan, pendidikan keterampilan, pembinaan generasi muda, hingga peningkatan kapasitas masyarakat.
Di saat yang sama, kualitas pengelolaan lembaga pendidikan menjadi perhatian. Penguatan kompetensi guru, tenaga kependidikan, karakter peserta didik, nilai Aswaja, pemanfaatan teknologi, digitalisasi, kemitraan, dan kemandirian lembaga menjadi bagian dari agenda yang disiapkan.
“Pendidikan NU harus dibangun sebagai gerakan bersama agar mampu menjadi kekuatan strategis dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Muhammad Husna Nafi, menilai pengembangan pendidikan NU tidak boleh dibebankan kepada satu lembaga. Seluruh unsur NU dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran.
“Pendidikan NU yang unggul membutuhkan dukungan semua pihak. Tanggung jawabnya harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya LP Ma’arif,” tegasnya.
Ia mendorong lembaga dan badan otonom NU bergerak sesuai kapasitas masing-masing. Dengan pola tersebut, pendidikan diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian penting dari gerakan organisasi secara keseluruhan.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















