Merendahkan Hati Melintasi Waktu: Permohonan Maaf untuk Saudara-saudara Kami di Aceh

- Editorial Team

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep Untuk Aceh

Sumenep Untuk Aceh

SUMENEP, OkeDailyJatim – Sejarah bukan sekadar catatan yang tertulis di atas kertas tua. Ia menyimpan kenangan, pertarungan, juga luka yang kadang belum sepenuhnya kering hingga hari ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, saya berdiri dengan hati yang rendah untuk menyampaikan sesuatu yang telah lama membebani perasaan: permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh dan para penerus pejuang Kesultanan Aceh Darussalam.

Catatan masa lalu mencatat, pada masa kelam penjajahan Belanda, sebagian prajurit dari Barisan Madura asal Sumenep pernah terlibat dalam serangan terhadap wilayah Kesultanan Aceh Darussalam. Saya sepenuhnya sadar, hal itu terjadi di tengah situasi bangsa yang sedang terbelenggu. Pihak penjajah dengan licik memainkan strategi adu domba, memaksakan kehendak, dan menjadikan anak-anak bangsa sebagai alat demi kepentingan kekuasaan mereka sendiri. Langkah yang diambil para leluhur saat itu bukanlah atas kemauan hati sendiri, melainkan karena tekanan kolonial yang tak terelakkan.

Baca Juga:  Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Sumenep Ringkus Terduga Pengedar Sabu

Namun, apa pun latar belakang yang menyertai peristiwa itu, sejarah tetaplah sejarah. Luka yang tertanam di hati saudara-saudara kami di Aceh sungguh nyata. Air mata yang jatuh, pengorbanan yang diberikan, serta kehilangan yang dialami saat itu adalah kenyataan yang tidak akan pernah saya sangkal, dan tidak akan saya lupakan sepanjang masa.

Kini, sebagai generasi penerus, saya tidak datang untuk mencari alasan atau membenarkan apa yang pernah terjadi. Saya datang semata untuk merendahkan hati, mengakui kelamnya masa lalu, dan memohon keikhlasan hati kalian untuk memaafkan segala perbuatan yang pernah menimbulkan rasa sakit dan kerugian.

Langkah ini saya ambil sebagai bukti komitmen yang teguh untuk merawat dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia. Darah yang mengalir di nadi kita semuanya adalah darah pejuang yang mencintai tanah air, keyakinan yang kita anut adalah satu jalan menuju Tuhan Yang Maha Pengasih. Perpecahan dan dendam adalah apa yang selalu diinginkan oleh mereka yang ingin melemahkan kita, sedangkan persatuan adalah kekuatan terbesar yang kita miliki.

Baca Juga:  Pendaki Asal Sumenep Meninggal di Gunung Argopuro, BKSDA Ungkap Suhu Bisa Capai 5 Derajat Celsius

Semoga dengan permohonan maaf ini, pintu saling memaafkan terbuka lebar. Semoga luka masa lalu perlahan terhapus digantikan oleh hubungan yang erat, saling menguatkan, dan bergandengan tangan membangun Indonesia yang semakin kuat, bermartabat, bersatu, dan dirahmati Allah SWT.

Hormat saya,
Batu Kencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Berbagi Nasi, KBS Sumenep Tebar Harapan Lewat 138 Bungkus Bungturat
9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat
Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya
Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Tak Sekadar Berbagi Nasi, KBS Sumenep Tebar Harapan Lewat 138 Bungkus Bungturat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Berita Terbaru