Kapal Purse Seine Kembali Terpantau di Sekitar Rumpon, Nelayan Masalembu Minta Ruang Tangkap Dihormati

- Editorial Team

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Masalembu Kembali Soroti Kapal Purse Seine di Sekitar Rumpon Lokal

Nelayan Masalembu Kembali Soroti Kapal Purse Seine di Sekitar Rumpon Lokal

OkeDailyJatim – Keresahan kembali menyelimuti nelayan kecil di Masalembu, Sumenep. Di tengah semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, mereka justru kembali menemukan aktivitas kapal purse seine di sekitar rumpon nelayan lokal.

Aktivitas tersebut ditemukan nelayan pada Kamis (20/8). Sejumlah nelayan bahkan merekam situasi di lapangan sebagai dokumentasi atas keberadaan kapal yang disebut beroperasi di sekitar rumpon.

Bagi nelayan Masalembu, rumpon memiliki arti penting. Sarana itu menjadi salah satu titik yang membantu nelayan kecil menemukan gerombolan ikan dan menopang penghasilan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran kapal purse seine dengan kemampuan tangkap lebih besar di sekitar rumpon pun memunculkan kekhawatiran.

Nelayan lokal takut ruang tangkap mereka semakin terbatas, sementara rumpon yang menjadi tumpuan mencari nafkah berpotensi terganggu.

Baca Juga:  Sambutan Hangat Danyonif, 100 Siswa SD Qismu Antusias Kenal Dunia Prajurit

Rawatan Samudra menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai pertentangan antara nelayan lokal dan nelayan dari daerah lain.

Yang menjadi perhatian adalah bagaimana seluruh aktivitas di laut tetap berjalan tertib dan menghormati ruang usaha nelayan kecil.

“Kami tidak melarang siapa pun mencari nafkah di laut. Tetapi rumpon nelayan lokal harus dihormati agar nelayan kecil tidak kehilangan ruang penghidupan.” kata Rawatan Samudra dalam pers rilis yang diterima media ini, Kamis (20/08/2026)

Rawatan Samudra meminta kapal-kapal pendatang yang beroperasi di perairan Masalembu tidak melakukan aktivitas penangkapan di sekitar rumpon nelayan lokal.

Selain menjaga jarak aman, setiap kapal juga diharapkan memperhatikan keselamatan pelayaran serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak atau mengganggu sarana penangkapan milik nelayan setempat.

Baca Juga:  Dermaga Dinilai Jadi Kunci Dongkrak PAD, Kepala UPTD Terminal Sumenep Ajukan Usulan Strategis

“Laut adalah sumber kehidupan bersama. Karena itu, setiap aktivitas penangkapan harus memperhatikan aturan, keselamatan, dan keberadaan nelayan lokal.” tegasnya.

Menurut Rawatan Samudra, pengawasan menjadi kunci agar persoalan di laut tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Kehadiran aparat dan instansi terkait dinilai diperlukan untuk memastikan aktivitas penangkapan berlangsung sesuai ketentuan.

Nelayan Masalembu juga diajak tidak terpancing emosi. Setiap dugaan pelanggaran sebaiknya didokumentasikan dan dilaporkan melalui jalur yang tepat sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan fakta.

“Kami mengajak nelayan tetap bersatu, menjaga laut dan rumpon, serta menyampaikan setiap persoalan secara tertib dan berdasarkan fakta di lapangan.” tutup Rawatan Samudra.

Rawatan Samudra berharap pemerintah dan pihak berwenang memberikan perhatian serius terhadap kondisi perairan Masalembu.

Baca Juga:  MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Wujud Sekolah Nyaman dan Bebas Perundungan

Pengawasan yang konsisten dinilai penting untuk mencegah gesekan antara nelayan lokal dengan kapal dari luar daerah.

Bagi masyarakat pesisir, persoalan ini bukan sekadar perkara aktivitas menangkap ikan. Ada dapur keluarga yang harus tetap mengepul, ada anak-anak yang membutuhkan biaya sekolah, dan ada masa depan yang bergantung pada laut.

Karena itu, kemerdekaan bagi nelayan tidak cukup hanya dimaknai sebagai perayaan di daratan. Kemerdekaan juga berarti hadirnya rasa aman ketika nelayan kecil mengarungi laut untuk mencari nafkah.

Laut Masalembu adalah ruang hidup.
Menjaga rumpon berarti menjaga penghidupan nelayan.

MERDEKA DI DARAT, MERDEKA DI LAUT. NELAYAN BERSATU, LAUT TERJAGA.

Rawatan Samudra
Bersama Nelayan, Menjaga Laut dan Masa Depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya
Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Berita Terbaru