OkeDailyJatim – Kemampuan prajurit tidak hanya diuji di medan pertempuran. Ketahanan fisik, keberanian, kedisiplinan, hingga kemampuan menghadapi medan sulit menjadi modal penting yang terus diasah Yonif TP 931/KJ.
Hal itu diwujudkan melalui latihan renang militer dan mountenering yang digelar prajurit Yonif TP 931/KJ di Kolam Renang Tirta Sumenep dan Kampus Universitas Wiraraja Sumenep.
Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit agar tetap memiliki kesiapan fisik dan mental. Setiap personel dituntut mampu menjalankan teknik dengan disiplin sekaligus menjaga daya tahan tubuh selama latihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danyonif TP 931/KJ, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan latihan dilakukan bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan fisik. Menurutnya, latihan merupakan proses membentuk kesiapan prajurit menghadapi berbagai kemungkinan medan dan situasi tugas.
“Latihan ini menjadi bagian penting untuk membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, memiliki keberanian, serta siap menghadapi tantangan tugas di berbagai medan.” kata Mayor Inf Aditya Danang secara terpisah, Kamis (20/08/2026).
Renang militer menjadi salah satu kemampuan yang terus diasah. Keterampilan tersebut membutuhkan perpaduan antara teknik berenang, kekuatan fisik, pengendalian pernapasan, dan kemampuan menjaga konsentrasi dalam kondisi yang menuntut.
Sementara mountenering memberikan tantangan berbeda. Prajurit dituntut memahami teknik pergerakan pada medan yang memiliki tingkat kesulitan tertentu, sekaligus mampu mengendalikan diri dan menjaga keselamatan selama menjalankan latihan.
Mayor Inf Aditya Danang menegaskan, latihan harus dilaksanakan secara serius dan terukur. Setiap tahapan menjadi evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan prajurit sekaligus menemukan aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Kami ingin setiap prajurit memiliki kemampuan yang teruji. Karena itu, latihan dilaksanakan secara bertahap, terukur, disiplin, dan tetap mengutamakan faktor keamanan.” tegasnya.
Menurut dia, konsistensi latihan menjadi kunci dalam membangun profesionalisme prajurit. Kemampuan yang diperoleh tidak boleh berhenti pada kegiatan latihan, tetapi harus menjadi bekal ketika personel menghadapi tugas sebenarnya.
Karena itu, latihan renang militer dan mountenering diharapkan mampu meningkatkan daya tahan, keberanian, ketangkasan, serta kesiapsiagaan seluruh prajurit Yonif TP 931/KJ.
“Kemampuan prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Dengan latihan yang rutin, kami berharap personel semakin siap, profesional, dan mampu melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.” pungkas Mayor Inf Aditya Danang.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Yonif TP 931/KJ dalam membangun kualitas sumber daya manusia prajurit.
Latihan yang konsisten menjadi fondasi untuk menciptakan personel yang memiliki fisik prima, mental kuat, serta kemampuan yang semakin matang.
Bagi prajurit, latihan bukan sekadar rutinitas. Setiap gerakan, tantangan, dan evaluasi menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk kesiapan menghadapi tugas.










