Di sisi lain, nuansa keagamaan menjadi kekuatan utama Kenduri Manis. Acara diawali pembacaan doa, kemudian dilanjutkan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan Nyai Anis dari Karangbuddih.
Sholawat yang dilantunkan bersama membuat suasana masjid semakin khidmat. Momentum Maulidur Rasul pun menjadi pengingat pentingnya menanamkan akhlak dan keteladanan Nabi kepada generasi penerus.
Khirata Foundation menempatkan kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus edukasi. Nilai keagamaan dipadukan dengan kepedulian sosial agar pesan perlindungan anak semakin dekat dengan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan terhadap Kenduri Manis juga datang dari Owner Sateku Guleku yang akrab disapa Mbak Rika. Dukungan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan masyarakat.
Sementara Nyai Farida menyebut Kenduri Manis memiliki makna penting bagi Sahabat Yatim dan masyarakat. Kegiatan rutin itu diharapkan terus menjadi ruang berbagi manfaat dan memperkuat kepedulian bersama.
“Kenduri Manis kami harapkan menjadi ruang silaturahmi, penguatan keagamaan, serta sarana membangun kepedulian untuk menjaga anak dari berbagai ancaman negatif,” kata Nyai Farida.
Perpaduan Maulidur Rasul dan sosialisasi narkoba membuat kegiatan tersebut memiliki pesan yang kuat. Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan agama, tetapi juga perlindungan dari lingkungan yang dapat mengancam masa depannya.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















