Sketsa Keris Syifa Bawa Nama Sumenep, Raih Juara III Se-Madura

- Editorial Team

Selasa, 29 September 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syifa, siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep

Syifa, siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep

OkeDailyJatim – Goresan tangan Syifa, siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep, membawa cerita budaya lokal ke panggung Madura. Karyanya meraih Juara III lomba tingkat umum.

Karya berjudul “Sketsa Keris dalam Kehidupan Masyarakat Desa Wisata Aeng Tong-Tong” itu menjadi bukti kreativitas generasi muda dalam mengenalkan budaya Sumenep lewat seni.

Prestasi tersebut diraih dalam rangka memperingati HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya Tahun 2026. Karya Syifa mengangkat keris dan kehidupan masyarakat Aeng Tong-Tong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Syifa, menggambar bukan sekadar menuangkan kreativitas. Melalui karya tersebut, ia juga mendapat kesempatan mengenal lebih dekat budaya daerah sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat.

Syifa mengerjakan karya itu melalui kolaborasi bersama Sumantri Hotsu, seniman senior Sumenep, dan Haris Dhuro, guru seni SMPN 1 Bluto.

Perpaduan pengalaman seniman, pendampingan guru, dan kreativitas siswa tersebut menghasilkan karya yang mampu bersaing dalam lomba tingkat umum se-Madura dan membawa pulang prestasi.

Baca Juga:  Hadroh Jadi Jalan Pembinaan Pemuda, Imam Syafi’i Peduli Dorong Syiar Islam di Desa Pamolokan

“Saya senang bisa ikut lomba ini. Saya dapat belajar menggambar sekaligus mengenalkan keris dan budaya Sumenep melalui karya yang saya buat bersama tim.” kata Syifa, Selasa (29/09/2026).

Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Syifa. Ia tidak hanya belajar tentang teknik seni, tetapi juga mendapat keberanian untuk menunjukkan karya dan mengenal budaya daerahnya.

Syifa berharap pengalaman itu menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia ingin tetap berlatih dan tidak berhenti berkarya meski sudah berhasil meraih prestasi.

“Saya ingin terus belajar dan berlatih agar karya saya semakin bagus. Kalau ada kesempatan lagi, saya ingin ikut lomba dan mendapatkan pengalaman baru.” ujarnya.

Kebanggaan juga dirasakan Aisyah, Bunda Syifa. Bagi keluarga, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang piala, tetapi pengalaman yang dapat membentuk keberanian dan kreativitas anak.

Baca Juga:  Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Rantai Sabu di Bluto, Pengembangan Berujung Tiga Penangkapan

Menurut Aisyah, mengikuti lomba memberi kesempatan kepada Syifa untuk belajar menghadapi tantangan. Proses tersebut dinilai penting bagi perkembangan bakat dan kepercayaan dirinya.

“Kami tentu bangga dengan Syifa. Yang paling penting, dia mendapat pengalaman, berani tampil, serta bisa belajar langsung dari para seniman yang lebih senior.” ungkap Aisyah

Aisyah mengatakan keluarga akan terus memberikan dukungan agar Syifa dapat mengembangkan bakatnya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus belajar tanpa cepat merasa puas.

Dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan Syifa. Aisyah berharap putrinya tetap menikmati proses berkarya dan menjadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran untuk berkembang.

“Kami akan terus mendukung Syifa belajar dan berkarya. Prestasi ini menjadi motivasi agar dia semakin semangat mengembangkan bakat serta terus percaya diri.” tegasnya.

Baca Juga:  85 Nasi Bungkus KBS Sumenep Dibagikan Gratis, Aksi Tujuan Akhirat Bikin Warga Tersentuh

Prestasi Syifa menunjukkan bahwa budaya lokal dapat dikenalkan melalui cara sederhana. Seni menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan daerah sekaligus memperkenalkannya.

Keris yang lekat dengan kehidupan budaya Sumenep kini hadir melalui sudut pandang seorang siswa sekolah dasar. Karya tersebut menjadi jembatan antara kreativitas anak dan kekayaan tradisi daerah.

Dari sebuah sketsa, Syifa memperoleh pengalaman baru. Dari sebuah perlombaan, tumbuh keberanian untuk tampil. Dari tangan seorang siswa, budaya Sumenep kembali hadir melalui karya seni.

Juara III tingkat umum se-Madura dalam rangka HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya menjadi catatan tersendiri bagi Syifa dan keluarganya. Prestasi itu juga membawa nama sekolah.

Lebih dari sekadar penghargaan, karya tersebut memperlihatkan semangat generasi muda Sumenep dalam mengenal dan memperkenalkan budaya lokal. Sebuah cerita budaya yang lahir dari goresan sederhana.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru