OkeDailyJatim – Peringatan Maulidur Rasul di Masjid Al Barokah, Kolor, Sumenep, Kamis (10/9/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda. Khirata Foundation memadukan syiar agama dengan edukasi bahaya narkoba.
Kegiatan rutin bulanan bertajuk Kenduri Manis itu tidak hanya menghadirkan lantunan sholawat. Para Sahabat Yatim, pendamping, dan masyarakat juga mendapat edukasi langsung tentang ancaman narkotika bagi generasi muda.
Penyuluh Narkoba Kabupaten Sumenep, Franko Nanda Artanto, hadir memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Ia mengingatkan keluarga agar tidak lengah menjaga anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Khirata Foundation. Ini menjadi bukti kepedulian masyarakat untuk melindungi keluarga, terutama anak-anak, dari bahaya narkoba,” kata Franko.
Menurut Franko, pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali pergaulan anak serta membangun komunikasi yang terbuka dan sehat.
Pesan itu secara khusus ditujukan kepada para ibu yang hadir. Mereka dinilai menjadi benteng pertama keluarga karena memiliki peran besar dalam mengawasi tumbuh kembang dan lingkungan pergaulan anak.
“Ibu-ibu merupakan benteng utama keluarga. Karena itu, kewaspadaan terhadap lingkungan dan pergaulan anak harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Di sisi lain, nuansa keagamaan menjadi kekuatan utama Kenduri Manis. Acara diawali pembacaan doa, kemudian dilanjutkan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan Nyai Anis dari Karangbuddih.
Sholawat yang dilantunkan bersama membuat suasana masjid semakin khidmat. Momentum Maulidur Rasul pun menjadi pengingat pentingnya menanamkan akhlak dan keteladanan Nabi kepada generasi penerus.
Khirata Foundation menempatkan kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus edukasi. Nilai keagamaan dipadukan dengan kepedulian sosial agar pesan perlindungan anak semakin dekat dengan masyarakat.
Dukungan terhadap Kenduri Manis juga datang dari Owner Sateku Guleku yang akrab disapa Mbak Rika. Dukungan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan masyarakat.
Sementara Nyai Farida menyebut Kenduri Manis memiliki makna penting bagi Sahabat Yatim dan masyarakat. Kegiatan rutin itu diharapkan terus menjadi ruang berbagi manfaat dan memperkuat kepedulian bersama.
“Kenduri Manis kami harapkan menjadi ruang silaturahmi, penguatan keagamaan, serta sarana membangun kepedulian untuk menjaga anak dari berbagai ancaman negatif,” kata Nyai Farida.
Perpaduan Maulidur Rasul dan sosialisasi narkoba membuat kegiatan tersebut memiliki pesan yang kuat. Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan agama, tetapi juga perlindungan dari lingkungan yang dapat mengancam masa depannya.
Khirata Foundation terus berupaya menjaga keberlanjutan program sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Kehadiran Sahabat Yatim menjadi bagian penting dari semangat berbagi dan membangun kepedulian.
Bagi keluarga, pencegahan narkoba bukan sekadar tugas aparat maupun lembaga pemerintah. Pengawasan, komunikasi, pendidikan agama, dan kepedulian lingkungan menjadi benteng penting untuk melindungi anak.
Melalui Kenduri Manis, Khirata Foundation menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran sosial. Pesan cinta Rasul berjalan bersama komitmen menjaga generasi.
Dari Masjid Al Barokah, Kolor, Sumenep, pesan itu digaungkan sederhana tetapi kuat: mencintai Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan menjaga akhlak, melindungi anak, dan bersama melawan narkoba.










![Pemerintah Kabupaten Sumenep benahi tata kelola penyusunan produk hukum daerah. Setiap SK dan Perbup wajib mendapat fasilitasi dari Bagian Hukum. ®okedailyjatim [Foto: Dok. Kabagkum Setdakab Sumenep, Bambang Suyitno, S.H., M.Si.]](https://jatim.okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260910_164922-225x129.jpg?v=1789033911)




