OkeDailyJatim – Semangat patriotisme dan penghormatan terhadap jasa pahlawan mewarnai Tradisi Satuan Yonif TP 931/Ksatria Jokotole di Sumenep, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkokoh loyalitas, menjaga kehormatan satuan, serta meneguhkan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.
Di bawah kepemimpinan Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole, Letkol Inf Aditya Danang Putranto, S.S.T.Han., M.IP., seluruh prajurit mengikuti rangkaian kegiatan sejak pukul 04.30 WIB. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana menanamkan nilai perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Tradisi satuan merupakan momentum untuk memperkuat jati diri prajurit. Setiap personel harus senantiasa menjaga kehormatan, menjunjung tinggi loyalitas, dan menempatkan pengabdian kepada bangsa serta negara sebagai landasan utama dalam bertugas,” kata Danyonif Letkol Inf Aditya Danang kepada media ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan berlanjut ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jokotole sekitar pukul 06.00 WIB. Di tempat peristirahatan para pejuang tersebut, prajurit melaksanakan penghormatan dan tabur bunga sebagai ungkapan rasa hormat atas pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang yang menuntut keberanian, pengorbanan, dan keteguhan hati. Nilai-nilai itu diharapkan terus hidup dalam diri setiap prajurit, sekaligus menjadi pedoman dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Penghormatan kepada para pahlawan tidak cukup diwujudkan melalui upacara. Semangat perjuangan mereka harus diteruskan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, penuh tanggung jawab, serta kesetiaan menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Usai berziarah, rombongan prajurit kembali menuju markas dengan membawa panji-panji kebesaran satuan. Setibanya di markas batalyon, prosesi dilanjutkan dengan penyambutan Tunggul Batalyon di lapangan upacara, disusul penciuman tunggul yang berlangsung khidmat dan sarat makna.

Prosesi tersebut mencerminkan ikatan batin antara prajurit dan satuannya. Tunggul Batalyon bukan sekadar lambang identitas, melainkan simbol kehormatan, kebanggaan, serta amanah yang harus dijaga melalui disiplin, keberanian, dan kesetiaan dalam menjalankan setiap tugas.
“Tunggul batalyon membawa kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu, setiap prajurit harus memiliki tekad untuk menjaga nama baik satuan, memegang teguh sumpah prajurit, dan memberikan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Letkol Inf Aditya Danang Putranto.
Dimensi historis dan kultural turut memperkuat makna kegiatan melalui kehadiran perwakilan Kesultanan Keraton Sumenep dalam acara ramah tamah. Sekretaris Kesultanan, RP. Agoes Irianto, hadir memberikan restu atas penggunaan nama Jokotole, tokoh yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Sumenep.
Nama Jokotole merepresentasikan warisan sejarah yang menjadi pengingat pentingnya keberanian, keteguhan, dan kesetiaan. Nilai tersebut selaras dengan karakter satuan, yakni tangguh, setia, dan berani, yang diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi diwujudkan dalam perilaku serta pengabdian nyata.

Di luar tugas pertahanan, Yonif TP 931/Ksatria Jokotole juga mengembangkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat melalui kegiatan sosial dan bakti teritorial. Program kesehatan gratis Si Tangkas, kesiapsiagaan armada pemadam kebakaran, serta berbagai bentuk pelayanan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
“Kami ingin kehadiran Yonif TP 931/Ksatria Jokotole memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial dan bakti teritorial, kami berupaya membangun kedekatan, menumbuhkan kepercayaan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkasnya.
Tradisi Satuan Yonif TP 931/Ksatria Jokotole pada akhirnya menjadi penegasan komitmen untuk merawat nilai patriotisme, menghormati jasa para pahlawan, dan menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan semangat tangguh, setia, dan berani, prajurit diharapkan terus hadir sebagai penjaga kedaulatan sekaligus mitra rakyat dalam pengabdian kepada Indonesia.















