OkeDailyJatim – Pendampingan psikologis santri menjadi perhatian Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Bersama HIMPSI dan RMI, Kemenag menggelar pelatihan konselor untuk memperkuat layanan konsultasi di lingkungan pondok pesantren.
Pelatihan berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep, Senin (26/10/2026). Sebanyak 60 peserta dari 30 pondok pesantren mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai karakteristik santri dan fungsi konseling.
Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., memberikan pembekalan mengenai kehidupan santri dan dinamika lingkungan pesantren. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting bagi konselor dalam memberikan pendampingan yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Calon konselor perlu memahami karakteristik santri dan kehidupan pesantren agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucap Zamzami.
Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Sumenep, Sahnawi, mengatakan pelatihan ini berfokus pada penguatan kompetensi peserta dalam memahami tugas serta fungsi konseling di lingkungan pesantren.
“Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman tentang karakter santri, tugas konselor, dan fungsi konseling agar pendampingan di pesantren berjalan lebih tepat,” ujar Sahnawi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, saat membuka kegiatan meminta seluruh peserta mengikuti materi dengan serius. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam mendampingi santri menghadapi berbagai persoalan.
“Keseriusan mengikuti pelatihan sangat penting. Saya berharap peserta memahami setiap materi dan mampu menerapkannya untuk mendampingi santri secara tepat,” kata Abdul Wasid.
Ia juga berharap konselor dapat menjadi sosok yang dipercaya santri untuk menyampaikan keluh kesah maupun persoalan pribadi. Kehadiran pendamping yang empatik dinilai penting untuk membangun suasana pesantren yang aman dan nyaman.
“Konselor harus mampu menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk bercerita serta berkonsultasi, sehingga mereka memperoleh pendampingan yang tepat,” tambahnya.
Sinergi Kemenag Sumenep, HIMPSI, dan RMI diharapkan memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental santri. Melalui konseling yang kompeten dan empatik, pesantren diharapkan semakin kondusif bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter.















