OkeDailyJatim – Pelayanan publik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mendapat sorotan positif dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.
Apresiasi itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep, Kamis (24/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyerap masukan dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari PCNU, DMI, PERSIS, Muhammadiyah, MUI, FKUB, BKMM hingga unsur pemerintah daerah.
Kepala Kemenag Sumenep, H Abdul Wasid, mengatakan FKP menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik agar tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
“Masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan Kemenag Sumenep,” kata H. Abdul Wasid.
Ia menegaskan Kemenag Sumenep terus mendorong pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pelayanan publik harus terus kami tingkatkan agar masyarakat mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Sumenep, Dr H Damanhuri, menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan Kemenag Sumenep kepada masyarakat.
Menurut Damanhuri, sejumlah warga NU memberikan penilaian positif, terutama terhadap layanan pesantren yang dinilai responsif dalam membantu proses pengurusan izin operasional.
“Banyak warga NU memberikan penilaian positif terhadap layanan Kemenag, khususnya pelayanan pesantren yang responsif memberikan solusi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam pelayanan Kemenag Sumenep yang dinilai mampu memangkas hambatan akses bagi masyarakat.
“Digitalisasi layanan memberikan kemudahan dan kecepatan bagi masyarakat, terutama untuk mengakses layanan pendidikan dan keagamaan,” ungkap Damanhuri.
Menurut Damanhuri, inovasi tersebut semakin relevan bagi Sumenep karena wilayahnya tidak hanya berada di daratan, tetapi juga mencakup kawasan kepulauan.
Kondisi geografis tersebut membuat pelayanan berbasis digital dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan layanan tanpa selalu datang langsung.
Karena itu, PCNU Sumenep berharap Forum Konsultasi Publik tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus diperluas jangkauannya.
Melalui forum tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai inovasi pelayanan sekaligus menyampaikan kritik, saran, dan kebutuhan secara langsung kepada Kemenag.
Kemenag Sumenep pun menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik.
Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan setiap inovasi pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Forum Konsultasi Publik akhirnya tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan Kemenag Sumenep.
Dengan dukungan berbagai pihak, peningkatan kualitas pelayanan diharapkan semakin terasa, baik bagi masyarakat daratan maupun warga yang berada di wilayah kepulauan Sumenep.















