OkeDailyJatim – Sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, akhirnya kembali ke kampung halaman setelah dipulangkan dari Australia. Pemkab Sumenep memfasilitasi perjalanan mereka hingga bertemu keluarga.
Penjemputan dilakukan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (24/10/2026). Pemerintah daerah menyalurkan bantuan transportasi, kebutuhan selama transit, sembako, serta tali asih bagi para nelayan.
Camat Raas Achmad Fikri, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemkab Sumenep atas dukungan dalam proses pemulangan sembilan warga Desa Tonduk tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, sembilan nelayan Desa Tonduk sudah kembali. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah yang membantu mereka pulang hingga berkumpul dengan keluarga,” kata Camat Achmad Fikri kepada media ini, Senin (26/10/2026).
Pemkab Sumenep melalui Dinsos P3A memfasilitasi transportasi dari Bali menuju Pelabuhan Jangkar, Situbondo, hingga Pulau Raas. Bantuan makan dan minum selama transit serta sembako juga diberikan.
“Bantuan ini diharapkan meringankan beban para nelayan selama perjalanan. Kami bersyukur proses pemulangan mereka mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Baznas Kabupaten Sumenep turut memberikan tali asih kepada para nelayan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga yang menghadapi persoalan saat berada di luar negeri.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat, Pemkab Sumenep, Dinsos P3A, Baznas, dan seluruh pihak yang ikut membantu kepulangan warga kami,” ungkap Camat Fikri sapaan akrabnya.
Setibanya di Kecamatan Raas, kedatangan para nelayan disambut unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Raas, termasuk Sekcam RB Hidayatur Rahman, Kapolsek, Danramil, Syahbandar, dan Kepala Desa Tonduk.
“Kami berharap para nelayan dapat kembali menjalani aktivitas dengan tenang bersama keluarga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk lebih memperhatikan keselamatan saat melaut,” pungkasnya.
Fasilitasi pemulangan ini mencerminkan koordinasi lintas instansi dalam membantu warga kembali ke daerah asal. Sembilan nelayan tersebut kini diharapkan dapat melanjutkan kehidupan bersama keluarga di Desa Tonduk.















