Sumenep, OkeDailyJatim – Semangat membangun generasi gemar membaca terus digelorakan di Kabupaten Sumenep. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep kembali menjadi ruang belajar yang menginspirasi bagi anak-anak melalui kegiatan literasi edukatif yang diikuti 30 siswa kelas IV dan VI SDN Karangnangka I, Kecamatan Rubaru, bersama tiga guru pendamping, pada hari kedua kunjungan, Selasa (21/7/2026).
Sejak memasuki Aula Dispusip, para siswa langsung diajak menuju Ruang Rumah Dongeng. Di ruangan tersebut mereka menyaksikan tayangan video edukasi yang menggambarkan kedekatan guru dan murid serta pentingnya menumbuhkan minat membaca sejak usia sekolah.
Tayangan itu menjadi pembuka yang membangkitkan semangat sebelum mereka memasuki rangkaian kegiatan literasi secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai menyaksikan video, para peserta diajak mengenal berbagai fasilitas perpustakaan, mulai dari ruang pelayanan hingga koleksi buku anak yang tersusun rapi. Dengan penuh rasa ingin tahu, setiap siswa bebas memilih buku sesuai minatnya sebelum memasuki sesi membaca yang dipandu para guru.
Suasana semakin hidup ketika siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Mereka mendapat tugas mencatat identitas buku yang dipilih, mulai dari judul buku, nama pengarang hingga penerbit.
Setelah membaca secara mandiri, setiap siswa tampil bergantian untuk menceritakan kembali isi buku di hadapan teman-temannya. Aktivitas tersebut melatih keberanian berbicara, kemampuan memahami bacaan, sekaligus membangun rasa percaya diri.
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, mengatakan bahwa perpustakaan saat ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah berkembang menjadi ruang belajar yang mampu menumbuhkan kreativitas, imajinasi, dan karakter anak.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan. Ketika mereka merasa nyaman dengan buku, maka minat membaca akan tumbuh secara alami dan menjadi kebiasaan sepanjang hayat,” ujarnya.
Menurut Syaiful Bahri, pembiasaan membaca sejak usia dini menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta mampu menghadapi perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya soal mampu membaca tulisan, tetapi juga memahami isi bacaan, mengolah informasi, kemudian menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Itulah kemampuan yang terus kami latih melalui kegiatan seperti ini,” jelas Bang Iful sapaannya.
Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan perpustakaan terus diperkuat agar budaya membaca semakin mengakar di lingkungan pendidikan dasar.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi besar. Tugas kita bersama adalah menghadirkan lingkungan yang membuat mereka mencintai buku, karena dari kebiasaan membaca akan lahir generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Karangnangka I, Gunawan Triprabowo, S.Pd.SD, menilai pengalaman belajar di Dispusip memberikan manfaat yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka belajar memilih buku, memahami isi bacaan, berani menyampaikan hasil membaca, sekaligus termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah,” imbuhnya.
Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta kembali berkumpul untuk menerima motivasi mengenai pentingnya membaca sebagai jendela ilmu pengetahuan. Dengan suasana santai, hangat, dan penuh semangat, para siswa diajak memahami bahwa kebiasaan membaca merupakan langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan tersebut pun menjadi pengalaman berharga yang meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya literasi sejak usia dini di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim










