Human Centered Leadership: Dr. Naghfir Dorong Mahasiswa Jadi Lokomotif Organisasi di Tengah Disrupsi Teknologi

- Editorial Team

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tengah Gempuran Teknologi, Dr. Naghfir Dorong Mahasiswa Jadi Lokomotif Perubahan

Di Tengah Gempuran Teknologi, Dr. Naghfir Dorong Mahasiswa Jadi Lokomotif Perubahan

OkeDailyJatim –  Perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan arah. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, mahasiswa justru dituntut hadir sebagai generasi yang mampu membaca zaman, menggerakkan organisasi, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pusat kepemimpinan.

Pesan itu disampaikan Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., C.PM., CH., CWC., C.HT., saat menjadi pemateri dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Bakti Indonesia (Uniba).

Dalam materi ke-4 bertajuk “Human Centered Leadership: Menempatkan Manusia sebagai Pusat Organisasi di Tengah Disrupsi Teknologi”, Dr. Naghfir membedah tantangan kepemimpinan generasi muda di tengah perubahan teknologi yang semakin masif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, teknologi hanyalah instrumen. Yang menentukan arah perubahan tetap manusia dengan karakter, kecerdasan, keberanian, dan kepedulian sosial yang dimilikinya.

“Mahasiswa harus peka terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Jangan sampai mahasiswa hanya menjadi penonton ketika perubahan terjadi di depan mata. Mahasiswa harus mampu membaca perubahan dan menentukan sikap,” kata Dr. Naghfir.

Baca Juga:  PPID Kemenag Sumenep Matangkan Strategi, Bidik Hasil Maksimal pada Monev KIP 2026

Dirinya menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual muda. Karena itu, kehidupan kampus tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai ruang untuk mengejar nilai akademik.

Lebih jauh, mahasiswa harus berani masuk ke ruang organisasi dan mengambil peran sebagai penggerak. Organisasi, kata dia, merupakan laboratorium kepemimpinan yang dapat menempa mental, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

“Mahasiswa harus menjadi lokomotif organisasi. Jangan hanya menjadi penumpang. Jadilah orang yang mampu menggerakkan organisasi, melahirkan gagasan, dan mengajak orang lain bergerak menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks. Perubahan teknologi membuat pola komunikasi, cara bekerja, hingga cara masyarakat memperoleh informasi ikut berubah.

Namun, Dr. Naghfir mengingatkan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter.

Selain berbicara mengenai kepemimpinan, Dr. Naghfir memberikan perhatian khusus terhadap pola konsumsi informasi mahasiswa di era digital.

Baca Juga:  Doa Bersama Perkuat Soliditas Panitia, Pragaan Fair 2026 Siap Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Lestarikan Tradisi

Menurutnya, mahasiswa saat ini hidup dalam ekosistem informasi yang nyaris tanpa batas. Setiap hari berbagai informasi hadir melalui media sosial dan platform digital. Jika tidak disaring secara bijak, derasnya informasi justru dapat memengaruhi cara berpikir dan membentuk perspektif yang keliru.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak menjadikan berita negatif sebagai konsumsi utama.

“Kurangi mengonsumsi berita yang negatif. Bukan berarti kita harus menutup mata terhadap persoalan yang terjadi, tetapi jangan sampai pikiran kita setiap hari dipenuhi informasi yang hanya membuat kita pesimis,” imbuh Dr. Naghfir.

Ia mendorong mahasiswa untuk memperbanyak informasi yang edukatif, inspiratif, dan membangun kapasitas diri. Dengan begitu, teknologi dan media digital dapat menjadi sarana pertumbuhan, bukan justru menjadi sumber kegelisahan.

“Gunakan teknologi untuk membangun diri. Cari informasi yang menambah wawasan, memperkuat kompetensi, dan membuka peluang. Jangan biarkan teknologi justru mengendalikan cara berpikir kita,” tegasnya.

Baca Juga:  Momen Tak Biasa HUT ke-81 RI, Kepala Cabdindik Sumenep Tampil Bawakan Lagu Rupiah

Dalam konsep Human Centered Leadership, Dr. Naghfir menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berbicara mengenai jabatan, kekuasaan, atau kemampuan memberikan instruksi.

Kepemimpinan harus mampu memahami manusia, membangun kepercayaan, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan yang mendorong setiap individu berkembang.

Di tengah disrupsi teknologi, prinsip tersebut dinilai semakin relevan. Sebab, secanggih apa pun teknologi yang digunakan organisasi, keberhasilan tetap sangat bergantung pada kualitas manusia yang menggerakkannya.

“Teknologi boleh berkembang luar biasa cepat, tetapi manusia tidak boleh kehilangan nilai kemanusiaannya. Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu menggunakan teknologi sekaligus tetap mampu memahami, menghargai, dan menggerakkan manusia,” jelas Dr. Naghfir.

Dr. Naghfir berharap mahasiswa baru Uniba tidak sekadar menjadikan masa perkuliahan sebagai perjalanan memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus harus menjadi tempat untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terbaru