Sumenep, OkeDailyJatim – Nama H. Hairul Anwar, ST., MT. semakin sering menjadi perbincangan dalam dinamika politik Kabupaten Sumenep. Anggota DPRD Sumenep periode 2024–2029 itu dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai figur yang aktif turun ke tengah masyarakat.
Kedekatan dengan warga menjadi salah satu alasan, mengapa namanya terus masuk dalam bursa tokoh potensial menuju Pilkada Sumenep 2030.
Lahir di Kabupaten Sumenep pada 18 Agustus 1980, Hairul Anwar membangun karier dari dunia usaha sebelum memasuki panggung politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memimpin sejumlah perusahaan, aktif di berbagai organisasi, serta dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kadin Sumenep dan Ketua Askab PSSI Sumenep.
Rekam jejak tersebut membentuk citra sebagai figur yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi, organisasi, dan pelayanan publik.
Di dunia politik, Hairul Anwar merupakan kader senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah berproses sejak 1999. Trust masyarakat mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Ambunten, Pasongsongan, dan Rubaru.
Sejak dilantik, ia menyatakan fokus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan anggaran, dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Salah satu hal yang paling melekat pada diri Hairul Anwar adalah gaya politiknya yang sederhana. Ia kerap hadir di tengah masyarakat tanpa jarak, berdialog dengan warga, menghadiri kegiatan sosial, serta mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan secara langsung. Aktivitas tersebut membuat namanya dikenal luas hingga ke tingkat desa.
Di berbagai kesempatan, Hairul Anwar juga kerap mengenakan kaus hitam bertuliskan “Bantu Rakyat”. Tulisan sederhana itu kemudian menjadi identitas yang mudah dikenali masyarakat.
Bagi banyak warga, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan mencerminkan komitmen untuk menghadirkan politik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah kolega di lingkungan PAN menilai Hairul Anwar memiliki kebiasaan membantu masyarakat tanpa banyak publikasi. Menurut mereka, bantuan yang diberikan sering kali dilakukan secara tulus tanpa membedakan latar belakang penerima.
Sikap tersebut kemudian membentuk citra sebagai figur yang lebih mengedepankan kerja nyata dibandingkan pencitraan.
Pengalaman politik Hairul Anwar juga bukan hal baru. Pada Pilkada Sumenep 2020, namanya sempat masuk dalam bursa bakal calon wakil bupati dan dipercaya menjadi Ketua Tim Relawan pemenangan Fattah Jasin.
Pengalaman tersebut memperluas jejaring politik sekaligus memperkuat pemahamannya terhadap dinamika pemerintahan dan kebutuhan masyarakat Sumenep.
Menjelang arah politik 2030, nama Hairul Anwar kembali menjadi perhatian publik. Meski tahapan Pilkada belum dimulai dan belum ada penetapan calon resmi, sejumlah pengamat maupun masyarakat mulai memasukkannya sebagai salah satu figur yang layak diperhitungkan.
Modal sebagai pengusaha, organisator, legislator, dan kader partai menjadi kekuatan yang terus diperbincangkan sosok Khairul Anwar.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: Okedaily Jatim










