SUMENEP, OkeDailyJatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mengakselerasi kebangkitan pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Kali ini, perhatian diarahkan ke Pasar Guluk-Guluk, yang diproyeksikan kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan melalui konsep revitalisasi berbasis partisipasi masyarakat.
Langkah awal dilakukan dengan menurunkan UPT Pasar Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Kabupaten Sumenep bersama Tenaga Ahli Bupati serta Pemerintah Kecamatan Guluk-Guluk untuk melakukan survei lapangan. Kegiatan tersebut tidak hanya memotret kondisi fisik pasar, tetapi juga menggali berbagai persoalan yang selama ini menyebabkan menurunnya aktivitas perdagangan.
Survei itu menjadi fondasi penting dalam menyusun rekomendasi strategis agar Pasar Guluk-Guluk kembali hidup, ramai, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah tengah Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Guluk-Guluk, Mohammad Halil Rosihan, S.Sos., mengatakan, kehadiran UPT Pasar dan tim ahli merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mencari solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan para pedagang.
“Kami sengaja mengajak UPT Pasar bersama tim ahli turun langsung ke lapangan agar seluruh persoalan dapat dilihat secara nyata. Dari hasil survei ini kami berharap lahir langkah-langkah strategis yang mampu menghidupkan kembali Pasar Guluk-Guluk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Camat Mohammad Halil Rosihan, Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih membutuhkan perhatian serius. Aktivitas perdagangan belum berlangsung optimal dan suasana pasar mulai lengang ketika memasuki siang hari. Karena itu, diperlukan pembenahan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga tata kelola, kenyamanan, hingga strategi untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.
“Harapan kami, Pasar Guluk-Guluk kembali ramai seperti pasar-pasar besar lainnya di Kabupaten Sumenep. Dengan sinergi pemerintah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat, kami optimistis pasar ini akan tumbuh menjadi kebanggaan warga sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Diskop UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep, Subaidi, SH, mengatakan hasil survei lapangan akan menjadi bahan kajian dalam menyusun langkah penataan yang tepat sesuai kebutuhan Pasar Guluk-Guluk.
“Kami tidak ingin mengambil kebijakan hanya berdasarkan laporan. Karena itu, kami turun langsung untuk melihat kondisi pasar, berdialog dengan pedagang, dan memetakan persoalan yang sebenarnya. Hasil survei ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi agar revitalisasi Pasar Guluk-Guluk berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Subaidi
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak cukup hanya dengan memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi juga harus dibarengi dengan pengelolaan pasar yang profesional serta meningkatnya kesadaran seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pasar tradisional.
“Harapan kami, Pasar Guluk-Guluk kembali menjadi pasar yang ramai, tertib, bersih, aman, dan nyaman. Jika pemerintah, pedagang, serta masyarakat berjalan dalam satu komitmen, saya optimistis pasar ini akan kembali menjadi pusat perdagangan yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kecamatan Guluk-Guluk,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Sumenep, Zainuri, menekankan bahwa revitalisasi pasar tradisional tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan gedung atau perbaikan fasilitas. Lebih dari itu, keberhasilan pasar bergantung pada tumbuhnya rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, konsep pembangunan pasar tradisional berbasis partisipasi masyarakat menjadi strategi yang diyakini mampu memperkuat daya saing pasar di tengah pesatnya perkembangan pusat perbelanjaan modern.
“Pasar bukan hanya milik pedagang, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, semua pihak harus ikut merasa memiliki, menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan agar pasar menjadi ruang ekonomi yang nyaman, sehat, dan terus berkembang,” kata Zainuri.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan pedagang sebagai mitra utama dalam pembangunan. Seluruh kebijakan revitalisasi diarahkan agar mampu mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.
“Semangat gotong royong adalah fondasi utama revitalisasi pasar. Walaupun pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat akan memastikan pasar tradisional tetap hidup, berkembang, dan mampu bersaing dengan pasar modern. Inilah wajah pembangunan ekonomi kerakyatan yang ingin diwujudkan di Kabupaten Sumenep,” pungkas Ki Demang sapaannya.
Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan perubahan yang tidak hanya terlihat dari wajah baru pasar, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional, serta meningkatnya kesejahteraan para pedagang.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis Pasar Guluk-Guluk akan kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai, tertata, bersih, aman, dan nyaman. Lebih dari sekadar tempat transaksi, pasar tradisional diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat sekaligus penguat ketahanan ekonomi lokal di tengah tantangan modernisasi perdagangan.
Penulis : Syahid Badri
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim










