Bupati Fauzi Ajak Warga Beralih ke Pertanian Modern, Hidroponik IRA Farm Mampu Perkuat Ketahanan Pangan

- Editorial Team

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

meninjau Kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding

meninjau Kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding

SUMENEP, OkeDailyJatim – Langkah Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep, Madura, terus diarahkan pada pendekatan metode pertanian yang lebih modern.

Ia mengatakan, bahwa masa depan sektor pertanian tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus ditopang inovasi, teknologi, dan semangat kolaborasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Sumenep didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainor Rasyid, SE., M.Si., meninjau kebun hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding, beberapa hari yang lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah Sumenep dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo, terhadap pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.

Di sela peninjauan lapangan, Achmad Fauzi Wongsojudo melihat langsung proses budidaya sayuran hidroponik yang mampu menghasilkan produk berkualitas meski tidak bergantung pada lahan pertanian yang luas.

Baca Juga:  Srikandi MAN Sumenep Raih Apresiasi Gubernur Jatim, Lailatu Nuzulil Qur’aini Bersinar di Paskibraka 2026

Menurutnya, keberhasilan IRA Farm menunjukkan bahwa inovasi dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang ekonomi baru.

“Ketahanan pangan harus dibangun melalui tindakan nyata. Kehadiran IRA Farm membuktikan bahwa pertanian modern mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus menciptakan peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Sumenep menilai, bahwa perubahan iklim, dan keterbatasan lahan, serta meningkatnya kebutuhan pasar menjadi tantangan yang harus dijawab dengan transformasi sektor pertanian.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Kami ingin semakin banyak petani dan generasi muda berani memanfaatkan teknologi. Pertanian modern bukan sekadar meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Integritas Jadi Nafas Pelayanan, Kemenag Sumenep Bangun Budaya Kerja Profesional Lewat Apel Pagi

Ia pun menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus menghadirkan pendampingan, pelatihan, serta memperluas kolaborasi dengan kelompok tani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar inovasi pertanian terus berkembang di seluruh wilayah.

“Saya berharap inovasi seperti IRA Farm terus bermunculan di berbagai desa sehingga Sumenep mampu menjadi daerah yang tangguh dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, mengatakan pengembangan pertanian modern merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan di tengah semakin terbatasnya lahan produktif dan perubahan iklim yang terus berlangsung.

“Usaha hidroponik seperti IRA Farm membuktikan bahwa teknologi mampu menghasilkan panen yang lebih optimal, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara serius,” ujarnya.

Baca Juga:  Dermaga Dinilai Jadi Kunci Dongkrak PAD, Kepala UPTD Terminal Sumenep Ajukan Usulan Strategis

Menurutnya, keberhasilan IRA Farm layak dijadikan contoh bagi kelompok tani maupun generasi muda yang ingin mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi. Selain mampu mendukung kebutuhan pangan, sektor tersebut juga menawarkan prospek bisnis yang menjanjikan.

“Kami akan terus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi pertanian modern di Kabupaten Sumenep agar ketahanan pangan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.

Keberadaan IRA Farm di Desa Ketawang Laok kini menjadi simbol perubahan arah pembangunan pertanian di Kabupaten Sumenep.

Dengan memadukan inovasi, teknologi, dan kolaborasi, pemerintah optimistis daerah ini mampu melahirkan sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, dan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penulis : Slamet Bae

Editor : Syahid Badri

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026
Perpusling Dispusip Hadir di Pekan Literasi Krida Paparika SMAN 1 Sumenep
Musrenbangdes 15 Desa di Dasuk Tuntas, Kemiskinan hingga Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIB

FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terbaru